SURABAYA – Sebanyak 38.493 ribu orang mendaftar untuk mencari kerja melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (Assik) milik Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya. Tidak semuanya merupakan pengangguran murni. Namun mereka memiliki keinginan untuk menjadi pekerja penerima upah (PPU) dengan gaji upah minimum kota (UMK).
Kepala Disperinaker Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, aplikasi tersebut menjadi direktori khusus bagi berbagai lowongan kerja (loker) di Surabaya. Warga Surabaya yang mengharapkan pekerjaan bisa login ke sana. Mereka bisa memilih dan mendaftar loker online di sana.
Hingga kemarin (26/6) disnaker mencatat ada 32 ribu orang yang sudah mendaftar. ”Mereka belum tentu menganggur, bahkan ada yang nyambi dagang atau ojek online (ojol). Mereka mendaftar ke kami karena ingin menjadi PPU di sektor industri dan manufaktur untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Hebi kemarin (26/6).
Menurutnya, melamar dan mencari kerja lewat Assik dinilai lebih aman. Sebab loker yang tersedia sudah diverifikasi. Sehingga meminimalkan potensi loker fiktif yang marak beredar di sosial media.
”Kami juga optimalisasi mereka yang ingin menjadi pekerja migran Indonesia. Kami sambungkan dengan agen pengelola pekerja ke luar negeri,” tuturnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, salah satu fokus program pemkot adalah mengurangi angka pengangguran terbuka. Kolaborasi dunia usaha dan industri terus ditingkatkan.
”Pengangguran terbuka saat ini menjadi yang terendah mencapai 4,91 persen,” ungkapnya.
(ata/gal/adn)
Editor : A. Nugroho