SETELAH film Gran Turismo tayang tahun ini, pencinta mobil replika langsung berburu diecast yang muncul di layar lebar. Tokoh utama Jann Mardenborough yang mengemudikan mobil ikonik langsung membuat Nissan GT-R R35 dan Nissan Skyline GT-R R34 jadi barang panas di pasaran.
”Begitu filmnya tayang, banyak yang cari GT-R. Baik R34 maupun R35. Yang R34 malah sempat langka,” ungkap Ryan Juliansyah, owner toko diecast Mater Garage.
Bukan hanya efek Gran Turismo. Menurut Ryan, seri Fast and Furious juga tetap jadi primadona. Mobil-mobil yang dikendarai Brian O’Conner seperti Toyota Supra MK-4 oranye dan Skyline GT-R R34 abu-abu strip biru jadi dua varian paling dicari. B
ahkan, harga diecast R34 bisa tembus Rp 250 ribu per buah, jauh di atas harga normal diecast reguler yang hanya Rp 35 ribu. ”Meski mahal, tetap laku. Soalnya karakter dan mobilnya ikonik banget,” lanjut Ryan.
Diecast yang datang dari serial film memang punya daya tarik tersendiri. Apalagi dengan selera lokal yang condong ke mobil JDM (Japanese Domestic Market). Selain Gran Turismo dan Fast & Furious, koleksi dari serial Batman, Transformers, Mario Bros, hingga Snoopy juga punya penggemarnya sendiri.
Untuk memperoleh stok, Ryan biasa membeli langsung dus dari distributor resmi Mattel. Satu dus berisi 50–52 diecast dengan campuran mobil fantasi dan mobil ril. Kadang, beruntung bisa dapat varian langka seperti Super Treasure Hunt, namun tak jarang pula harus puas dengan seri reguler.
”Kalau sedang hoki bisa dapat satu dua item yang harganya langsung naik. Tapi ya, risikonya juga tinggi,” ujar pria yang pernah menjual Batmobile seri TV tahun 2018 seharga Rp 3,5 juta itu.
Tren terbaru lain yang sedang naik daun adalah diecast Porsche. Isunya, Hot Wheels tak lagi memperpanjang lisensi dengan pabrikan Jerman itu tahun depan, seiring masuknya Ferrari kembali ke dalam kontrak. ”Itu bikin seri seperti RWB 930 makin diburu,” pungkas Ryan. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho