Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tampilkan Miniatur Garuda hingga Rangda Bali di Kelurahan Balearjosari

Mahmudan • Senin, 30 Juni 2025 | 16:11 WIB

 

SENI BUDAYA: Masyarakat menyemut di gang-gang perkampungan Balearjosari untuk menyaksikan arak-arakan miniatur burung garuda kemarin (29/6).
SENI BUDAYA: Masyarakat menyemut di gang-gang perkampungan Balearjosari untuk menyaksikan arak-arakan miniatur burung garuda kemarin (29/6).

MALANG KOTA – Ratusan warga memadati gang-gang perkampungan di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing kemarin (29/6). Mereka menyemut di jalanan untuk menyaksikan arak-arakan miniatur burung garuda, gunungan makanan, hingga rangda, yakni ogoh-ogoh simbol kejahatan dalam mitologi Bali.

Arak-arakan dalam rangka bersih desa tersebut diikuti semua RW di Kelurahan Balearjosari. Masing-masing RW menyuguhkan penampilan. RW 7 misalnya, menampilkan miniatur burung garuda setinggi 3 meter.

Menurut Ketua RW 7 Sunaryo Wibowo mengatakan, pihaknya menampilkan karya dengan tema bhinneke tunggal ika. ”Karena menampilkan bhinneka tunggal ika, kami membawa arak-arakan berupa miniatur burung garuda,” terang Sunaryo setelah mengarak miniatur burung garuda sejauh 5 kilometer.

Selain miniatur burung garuda, pihaknya juga menampilkan warga yang menggunakan busana adat, seperti busana adat Jawa dan Bali. Di samping itu, ada pula warga yang membawa hasil kebun sayur sembari menggunakan kebaya. Sunaryo melanjutkan, persiapan bersih desa di tempatnya terbilang singkat, yakni selama tiga minggu. Waktu tersebut digunakan untuk membuat miniatur burung garuda berbahan sterofoam.

Selain kirab, warga Balearjosari juga melakukan rangkaian kegiatan lainnya. Mulai kerja bakti massal di punden bendo Karangasem pada 15 Juni lalu, khotmil Al Qur’an, dan kirab. Bersih desa akan ditutup dengan pengajian umum pada 6 Juli depan.

Di lain pihak, Lurah Balearjosari Mochammad Choiril Anwar mengatakan, bersih desa dilakukan untuk memperingati 1 muharam sekaligus mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. ”Cara mensyukuri itu dengan bersih-bersih kampung, kirab, hingga pengajian,” kata dia.

Setiap rangkaian kegiatan yang digelar juga memiliki makna masing-masing. Kirab misalnya, untuk mengembangkan kreativitas dan menumbuhkan rasa guyub antarwarga. Kemudian barikan di Punden Bendo Karangasem terdapat nilai historis karena diyakini menjadi cikal bakal munculnya Balaiarjosari. ”Ke depan, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan rutin untuk wilayah Balearjosari,” tandasnya. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#tahunan #burung garuda #miniatur #agenda rutin #Arak arakan