Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Kampung Gribig Religi Siapkan 400 Porsi untuk Mbabar Mbubur Suro

Mahmudan • Senin, 30 Juni 2025 | 16:23 WIB

 

TRADISI: Salah satu warga di Kampung Gribig Religi menyiapkan 400 porsi bubur untuk dibagikan kepada warga sekitar kemarin.
TRADISI: Salah satu warga di Kampung Gribig Religi menyiapkan 400 porsi bubur untuk dibagikan kepada warga sekitar kemarin.

MALANG KOTA – Warga Kampung Gribig Religi mempunyai cara tersendiri untuk merayakan tahun baru Islam. Salah satunya dengan membuat bubur suro, kemudian dibagikan ke warga sekitar.

Memperingati 1 Muharram tahun ini, mereka menyajikan 400 porsi bubur Suro. Ritual penyajian bubur digelar sejak 2020 lalu. Warga setempat menyebut dengan istilah Mbabar Mbubur Suro.

Salah seorang warga, Suminingtyas mengatakan, tahun ini dia memasak sekitar 400 porsi bubur. ”Bahan yang digunakan terdiri atas beras dan santan. Kami butuh 20 kilogram beras,” kata Suminingtyas.

Selain tepung beras, dibutuhkan bumbu pelengkap berupa garam, lada, kaldu jamur, daun sirih, hingga daun jeruk. Setelah tercampur, 20 kilogram beras yang sudah digiling tersebut diolah menjadi bubur menggunakan wajan besar. Wajan itu dipanaskan menggunakan tungku tradisional. Bubur tersebut kemudian disajikan dengan beberapa lauk seperti tempe orek, potongan dadar, kacang, dan taburan daun bawang. ”Proses pengolahannya berlangsung sejak pukul 09.00 hingga siang hari sekitar pukul 14.00,” ungkap Suminingtyas.

Untuk satu wajan berisi 5 kilogram adonan bubur, katanya, dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Dalam pengolahan, Suminingtyas dibantu warga dan tamu. Jika sudah dikemas, bubur akan dibagikan kepada warga setempat.

Sebelum menyantap bubur, dia mengatakan, biasanya ada arak-arakan dari Perumahan Bulan Terang Utama sampai Kompleks Pesarean Ki Ageng Gribig. Selanjutnya warga berdoa bersama di musala area kompleks pesarean, baru bersama-sama menyantap bubur.

Terpisah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Gribig Religi Devi Arif Nurhadiyanto mengatakan bahwa sajian bubur putih memiliki makna kesucian, keberkahan, dan awal doa di tahun baru Islam. ”Harapannya, orang Jawa selalu berbaik sangka dan setahun ke depan mendapatkan kebaikan dari Tuhan,” terangnya.

Devi menambahkan, Mbabar Mbubur Suro tidak hanya untuk memperingati tahun baru Islam. Namun juga sekaligus menjadi upaya pengembangan wisata religi untuk menarik kunjungan wisatawan.(mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#pokdarwis #Gribig #bubur suro #tahun baru islam #400 #Kampung