SIDOARJO - Tahun ajaran baru menjadi berkah untuk perajin topi sekolah. Khususnya perajin di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan. Mereka kebanjiran pesanan jelang tahun ajaran baru.
Pesanan melonjak dua hingga tiga kali lipat dari biasanya. Perajin di desa yang dikenal sebagai Kampung Topi itu mulai sibuk dalam sebulan terakhir.
Salah satu perajin topi Yuyun Aini mengatakan, ada peningkatan pesanan dibanding bulan-bulan sebelumnya. ”Biasanya, satu sekolah hanya pesan 300 topi. Sebulan terakhir ini, pesanan bisa 500 sampai 600 topi per sekolah,” ujar wanita 48 tahun itu kepada Jawa Pos kemarin (2/7).
Bahkan, rata-rata per UMKM konveksi bisa mendapat pesanan dari 10 sekolah sekaligus. Sehingga, total bisa sampai 6.000 topi. ”Itu belum perlengkapan sekolah lainnya seperti dasi, sampai kaos kaki,” paparnya.
Pesanan tak hanya dari Sidoarjo. Ada pula dari Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Balikpapan, hingga Papua. Hal itu pun membuat perajin senang karena omzet yang didapat terbilang besar.
Sementara itu, Kepala Desa Punggul Fatkhur Rohman menyampaikan, tahun ini lonjakan permintaan sangat terasa. Tercatat ada sekitar 130 pelaku UMKM di Desa Punggul. ”Produksi meningkat hampir 2 sampai 3 kali lipat untuk tahun ajaran baru ini,” ujarnya. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho