RADAR MALANG - Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polinema mengalami kekecewaan berat dikarenakan setelah mendengar kabar yang tak terduga dari pihak panitia bahwa Study Excursie atau SE 2025 Jurusan Teknik Sipil Polinema telah dinyatakan batal.
Peserta dari SE 2025 ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Angkatan 2023. Kegiatan ini seharusnya dilaksanakan pada tanggal 7-11 Juli 2025 dan membawa mahasiswa ke 4 kota, yaitu Pasuruan, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta dengan tujuan memperluas wawasan serta mendapatkan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Kegagalan ini disebut-sebut disebabkan oleh pihak ketiga yang merupakan vendor bernama MTC Media yang dipilih oleh panitia internal dan pihak politeknik, ternyata tidak profesional. Tanggung jawab vendor yang seharusnya untuk menyusun acara supaya berjalan lancar, malah tidak terlaksana sesuai dengan perjanjian yang dibuat.
“Satu juta delapan ratus sudah saya bayar, dan saya sudah terlanjur datang kembali ke Kota Malang, tapi ternyata ada kabar bahwa SE kami dibatalkan.” kata CF yang merupakan salah satu mahasiswa luar kota peserta SE 2025, Senin (7/Juli/2025).
“Ini kan sudah memasuki pekan liburan, jadi banyak teman saya yang sudah berada di kampung halamannya, dan mereka dari sana terlanjur kembali ke Malang. Info pembatalannya juga terhitung mendadak, informasi tersebut baru muncul pada Hari Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.” imbuhnya.
Terdapat juga rekaman suara yang dibagikan kepada kami, dimana rekaman suara tersebut menjelaskan bahwa vendor belum membayarkan 100% untuk akomodasi dan masalah ini baru dikomunikasikan kepada panitia pada 2 hari sebelum keberangkatan.
Meskipun ia juga mengetahui sebagian uang SE sudah terlanjur menjadi barang seperti seragam SE, dia tetap berharap supaya pihak yang terlibat dapat bertanggung jawab atas uang sebagiannya lagi.
Menurutnya ini dapat menjadi pembelajaran untuk selektif terhadap pemilihan vendor, dan menurutnya ternyata pemilihan vendor SE 2025 ini berbeda dengan vendor yang biasa dipilih sebelumnya.
Pihak politeknik telah memberi janji untuk dapat menyelesaikan masalah ini dengan solusi yang terbaik. Mereka juga akan mengupayakan sebisa mungkin untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan oleh mahasiswa. (cj)
Editor : A. Nugroho