MALANG KOTA - Hujan yang masih sering terjadi menjadi penyebab banyaknya petani tomat gagal panen. Itu memicu harga tomat naik dua kali lipat sejak satu pekan lalu. Kemarin (7/7), satu kilogram tomat di Pasar Gadang, Kecamatan Sukun sudah mencapai harga Rp 30 ribu.
Lidia, salah satu pedagang di Pasar Gadang menjelaskan, biasanya satu kilogram tomat dihargai Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu. Namun sejak hujan kerap melanda Malang Raya, stok tomat mendadak langka. Menyebabkan harganya melambung.
”Hanya beberapa tengkulak yang bisa dapat stok tomat dari petani,” ujar dia. Dia mengaku sering berebut dengan pedagang lain untuk mendapat stok tomat. Para pedagang di Pasar Gadang hanya bisa mengikuti harga dari tengkulak. Sebab stok tomat di Kota Malang memang mengandalkan produksi dari Karangploso, Kota Batu, dan Wagir.
Masih jarang petani tomat di Kota Malang yang menyuplai langsung pedagang di Pasar Gadang. Di satu sisi, salah satu tengkulak bernama Sugeng asal Tumpang mengakui banyak petani yang gagal panen. Saat ini harga tomat dari petani juga sudah tinggi. Terakhir, dia membeli tomat dari petani seharga Rp 20 ribu per kilogram.
”Saya cuma ambil untung Rp 5 ribu per kilonya, karena biaya transportasi,” ujarnya. Para pedagang pun membeli tomat darinya seharga Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu. Selain tomat, harga cabai rawit juga masih tinggi. Normalnya di angka Rp 30 ribu per kilogramnya. Saat ini masih stagnan di angka Rp 60 ribu sejak bulan Maret lalu.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebut, kelangkaan tomat memang disebabkan petani yang gagal panen. Terutama karena kondisi cuaca yang tidak stabil. Bulan Juli seharusnya sudah masuk kemarau, namun wilayah Malang Raya masih kerap diguyur hujan. ”Terkait kelangkaan stok masih kami rumuskan intervensinya dengan Dinas Pertanian,” pungkas Eko. (aff/by)
Editor : A. Nugroho