MALANG KOTA – Ribuan warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru menunjukkan kreativitasnya dalam pawai budaya, Sabtu (12/7). Ada yang menampilkan tari remo, tari jaranan buto, hingga tari topeng Malangan. Beberapa kelompok RT/RW juga menampilkan Reog Ponorogo dan Bantengan.
Kreativitas peserta menjadi daya tarik utama penonton. Ada ribuan warga yang memadati jalur karnaval. Mulai dari Kantor Kelurahan Merjosari melewati Jalan Gajayana dan Jalan MT Haryono lalu berakhir di Jalan Joyo Suryo.
Tahun ini, pawai kebudayaan bertajuk Festival Merjosarian itu mengangkat tema ’Bertumpu pada Lokalitas Menuju Merjosari Cerdas Berkualitas’. ”Total ada 80 peserta yang melewati rute sejauh 3,4 kilometer,” ujar Moh. Saiful Arif, Lurah Merjosari.
Selain menampilkan budaya, Arif juga ingin mendukung dasa bakti Wali Kota Malang menuju Ngalam Asyik dan Ngalam Laris. Sebab, dari event itu, dia menyebut ada ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut diuntungkan.
Untuk menambah gengsi event, pihaknya menghadirkan tiga juri untuk menilai peserta. ”Aspek paling menentukan pemenang dari kreativitas dan implementasi budaya dalam karyanya,” lanjut Arif. Sebanyak 80 peserta itu menampilkan keunggulannya masing-masing di panggung finish. Kegiatan ini akan ditutup dengan acara pengajian budaya sekaligus mengumumkan pemenang. (aff/by)
Editor : Aditya Novrian