Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Tahun, Perpusda Tidak Ada Pengadaan Buku di Kabupaten Malang

A. Nugroho • Minggu, 13 Juli 2025 | 21:28 WIB
AYO MEMBACA: Pengunjung serius membaca buku di perpustakaan daerah (perpusda) Kabupaten Malang, Jumat lalu (11/7).
AYO MEMBACA: Pengunjung serius membaca buku di perpustakaan daerah (perpusda) Kabupaten Malang, Jumat lalu (11/7).

KEPANJEN - Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Malang bisa dibilang masih tinggi. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, TGM di Kabupaten Malang memiliki nilai 80,17. Meski TGM cukup tinggi, sarana dan prasarana penunjang literasi belum maksimal. Di perpustakaan daerah (perpusda) saja, sudah dua tahun tidak ada pengadaan buku.

 

Kepala Bidang Pengembangan Perpusda Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Malang Cecep Lili menyampaikan, karena keterbatasan anggaran, hingga saat ini belum ada pengadaan buku terbaru. “Pengadaan terakhir ya dua tahun lalu. Anggaran sekitar Rp 50 juta. Kemudian akhir tahun lalu kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 250 eksemplar dengan 125 judul buku,” ucapnya ditemui beberapa waktu lalu.

 

Menurut data BPS Kabupaten Malang, perpustakaan itu memiliki koleksi buku 36.336 eksemplar dengan 14.347 judul. Mayoritas atau sekitar 70 persen merupakan buku non-fiksi seperti ilmu pengetahuan dan pengembangan diri. Sedangkan 30 persen di antaranya merupakan buku fiksi.

 

Buku tersebut tertata rapi dengan dilapisi sampul plastik supaya tidak mudah rusak. Buku dikelompokkan sesuai bidang keilmuan, seperti ilmu sosial, kasusastraan, sains, sebagainya. Namun karena banyak koleksi lama, beberapa buku kondisinya tidak benar-benar mulus. Ada buku yang bagian bawahnya sudah rusak.

 

“Selain buku fisik, Perpusda Kabupaten Malang juga memiliki buku digital yang tersedia di dua platform. Masing-masing platform tersedia 800 eksemplar,” imbuh pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

 

Ke depan, pihaknya akan mengembangkan platform digital tersebut. Salah satunya melalui pengadaan buku digital. Dengan tujuan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses buku digital. “Dengan perpustakaan digital, masyarakat bisa meminjam dan membacanya secara digital. Namun karena keterbatasan anggaran, koleksinya mungkin tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Perpustakaan #membaca #badan pusat satistik #malang