KABUPATEN - Truk dengan muatan tebu yang berlebihan marak terlihat di jalanan Kabupaten Malang akhir-akhir ini. Yang akhirnya celaka pun tak bisa dibilang sedikit. Di Kecamatan Sumberpucung saja, dalam dua bulan terakhir terdapat tujuh truk tebu yang mengalami kecelakaan. Mayoritas terguling karena berbagai penyebab.
Contohnya kemarin pagi (13/7). Sekitar pukul 10.00, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi (nopol) N 8418 UG terguling di depan Pasar Sumberpucung. Truk itu dikemudikan Sunandar Priyo Sudarsoh, 25, warga Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. Sebelum terguling, truk yang mengangkut tebu dari arah timur itu sudah terlihat miring ke kiri.
”Sesampainya di lokasi kejadian, bearing rodanya jebol. Kemudian truk itu oleng sampai akhirnya terguling,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin.
Selain bearing yang rusak, polisi menduga tergulingnya truk itu akibat muatan berlebih. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Tapi, lalu lintas sempat padat karena proses evakuasi memakan waktu sampai pukul 12.00.
Kapolsek Sumberpucung Iptu Alek Andri Wijaya menambahkan, sejak Juni lalu sudah ada tujuh kecelakaan yang dialami truk pengangkut tebu di wilayahnya. Semuanya terjadi di jalan poros Malang-Blitar. Tercatat tiga kali truk yang terguling termasuk jenis tronton. Sisanya merupakan truk engkel seperti Colt Diesel dan Elf.
”Mulai dari bawah Karangkates sampai Ngebruk itu cukup sering terjadi kecelakaan truk tebu. Sabtu malam (12/7) juga ada truk tebu terguling di depan SPBU Karangkates,” kata dia.
Kecelakaan di depan SPBU Karangkates terjadi sekitar pukul 22.00. Sebuah truk Isuzu Elf dengan nopol N 8265 UB terguling tepat di akses masuk SPBU. Informasi yang diperolah di lapangan menyebut bahwa truk warna putih tersebut hendak membawa muatan tebu dari Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, menuju PG Kebonagung di Pakisaji.
Ketika hendak mengisi bahan bakar di SPBU, lebih tepatnya saat berbelok, tiba-tiba truk berwarna putih itu terguling. Polisi tidak mendapati keberadaan sopir truk saat hendak melakukan evakuasi. Akhirnya mereka lebih fokus mengatur arus lalu lintas.
Andri menyebut ada beberapa penyebab truk tebu terguling. Di antaranya, kerusakan pada bagian roda, minimnya pengalaman sopir, dan kendaraan yang tidak mampu melewati tanjakan atau persimpangan. Apalagi jika jalan di ruas tersebut cenderung menanjak dan berbelok. “Kalau kondisi truk tidak layak dan sopirnya masih baru, besar kemungkinan bisa terjadi kecelakaan,” tandasnya. (biy/fat)
Editor : A. Nugroho