Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

120 Nasabah Pegadaian Dalami Pengetahuan Investasi Emas dan Ilmu Literasi Keuangan

Bayu Mulya Putra • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:44 WIB

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MALANG KOTA - Investasi emas masih banyak diminati warga Kota Malang. Terutama sejak harganya melambung tinggi pada bulan Februari lalu. Saat itu, PT Pegadaian Cabang Malang mencatat peningkatan nasabah emas hingga 36 persen.

Mayoritas warga yang mengaksesnya mulai dari usia 35 sampai 70 tahun. Untuk menjawab lonjakan nasabah emas, kemarin (17/7) PT Pegadaian Cabang Malang menyelenggarakan Seminar Emas di Hotel Savana, di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Klojen.

Total ada 120 nasabah yang dibekali pengetahuan investasi emas dan ilmu literasi keuangan. Mulai dari cara mengatur pengeluaran hingga alokasi pendapatan untuk investasi jangka panjang. Seminar dengan tajuk ”Investasi Emas, Hidup Lebih Berkualitas” itu diisi langsung oleh Indah Putri Hariati, Gold Expert PT Pegadaian Cabang Malang.

Praktisi emas yang sudah terverifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu menuturkan, 90 persen pekerja di Indonesia masih belum siap dengan dana pensiun. ”Di antara 10 pekerja, ada tujuh yang mengalami masalah keuangan. Dua di antaranya memutuskan bekerja lagi, dan satunya baru hidup sejahtera,” kata dia.

Meskipun itu merupakan hasil survei nasional, dia juga melihat hal yang sama terjadi di Kota Malang. Menurut dia, masih banyak pekerja yang belum mengerti tentang literasi keuangan. Itu menjadikan masyarakat Kota Malang rentan terkena penipuan investasi bodong atau terlilit pinjaman online.

”Saya juga melihat karakter masyarakat, termasuk di Kota Malang, suka menerapkan hidup ikut-ikutan,” lanjut dia. Alokasi dana yang seharusnya berimbang antara kebutuhan saat ini dan masa depan harus tergerus karena gaya hidup penuh gengsi. Untuk itu, Indah mulai mengarahkan nasabahnya pada investasi.

Menurutnya, tiap orang harus memiliki safe haven, atau segala jenis portofolio aset atau investasi yang mampu bertahan di tengah ketidakstabilan ekonomi. Indah menyebut, satu-satunya investasi aman untuk jangka panjang dengan risiko rendah yakni emas. Terbukti, saat ekonomi lesu menghadapi pandemi Covid-19, harga emas justru meningkat.

Untuk investasi jangka pendek, baik emas, saham, reksa dana, maupun produk investasi lain memang memiliki risiko besar. ”Karena itu harus dipetakan tujuannya. Kalau butuh untuk dana pensiun, taruh lah paling tidak 30 persen pendapatan untuk hari tua,” lanjut dia. Indah tetap menyarankan agar investasi tak hanya dilakukan di satu media saja. Bisa beragam. Seperti pada emas, tanah, atau properti. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#investasi emas #cabang #bnsp #malang #pt pegadaian