KEPANJEN - Alokasi anggaran penanganan infrastruktur cukup besar. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) memperoleh anggaran Rp 314 miliar. Itu untuk peningkatan jalan, pemeliharaan jalan, penanganan jembatan, hingga penanganan drainase.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, penanganan diupayakan akan dilaksanakan di semua desa. ”Sesuai arahan bupati, semua desa akan menerima proyek penanganan infrastruktur yang memanfaatkan belanja modal,” ujar pria yang akrab disapa O’ong itu beberapa waktu lalu.
Demi mempercepat serapan anggaran, DPUBM memprogramkan penanganan infrastruktur per triwulan. Sehingga penyerapan anggaran tidak menumpuk saat akhir tahun. Termasuk rehabilitasi jalan yang bertujuan untuk mencegah penurunan kualitas.
Kepala Bidang Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang Kurniawan menyampaikan, untuk triwulan ketiga, sekitar 60 paket kegiatan yang tersebar di 27 kecamatan dapat tuntas, seperti Wagir, Bululawang, dan Singosari. Pagu yang disediakan Rp 37 miliar. “Pada Juli ini, paket pekerjaan yang sudah terlaksana ada sekitar 17 titik di 12 kecamatan dengan pagu sekitar Rp 8,8 miliar,” ujarnya kemarin (18/7).
Sebagai informasi, pada triwulan pertama lalu, telah dianggarkan sebesar Rp 35,5 miliar. Dengan rincian Rp 27,5 miliar untuk rehabilitasi dan Rp 8 miliar untuk pemeliharaan rutin. Anggaran tersebut untuk penanganan jalan rusak di 33 ruas. Terdiri dari 18 kegiatan rehabilitasi jalan dan 15 kegiatan pemeliharaan rutin. Pada triwulan kedua, dianggarkan sekitar Rp 35 miliar untuk penanganan di 50 titik. Jika ditotal, sudah ada Rp 107,5 miliar yang dialokasikan untuk rehabilitasi dan pemeliharaan jalan.
“Sampai saat ini, pembangunan fisik yang sudah tuntas ada 80 persen. Sedangkan yang masih progres penyerapan masih sekitar 58 persen,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu. Penanganan jalan yang sudah tuntas itu seperti Jalan Wagir-Gunung Kawi, Jalan Krebetsenggrong-Pringu, dan Jalan Ardimulyo-Toyomarto.
Biasanya para pekerja DPUBM Kabupaten Malang menambal lubang jalan pada malam hari. Sebab, jika dilakukan siang, lalu-lintas cukup ramai. Sehingga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas berkendara masyarakat. Untuk itu, sebagai alternatif, gelar hotmix dilakukan saat malam hari, ketika lalu-lintas sepi. (yun/dan)