SURABAYA – Gaun pesta tak melulu harus heboh dan mengembang. Lewat tangan delapan desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya, nuansa pesta justru tampil simpel, retro, namun tetap elegan. Sebanyak 32 koleksi mereka diperagakan dalam gelaran fesyen di Mal Ciputra World Surabaya, kemarin (20/7).
Busana-busana itu tampil dengan potongan minimalis, siluet asimetris, serta palet warna klasik seperti cokelat, perunggu, putih, dan pink lembut. Konsepnya mengusung keintiman tetapi tidak menghilangkan kemewahan.
”Potongannya sederhana, ada sentuhan drapery dan detail manik yang halus,” ujar salah satu desainer Megama. Dia menambahkan, desain gaunnya memang dibuat agar mudah menyatu dengan berbagai jenis perhiasan. Mulai dari emas kuning klasik hingga tren terbaru seperti black gold.
”Banyak orang suka monokrom, sehingga warna perhiasannya disesuaikan. Kalau bajunya putih atau pink pucat, cocok banget dipadukan dengan emas putih atau rosegold,” terangnya.
Ketua Panitia IFC Surabaya Alben Ayub Andal menjelaskan, tren tahun ini banyak mengambil inspirasi gaya retro. Namun bukan retro ballroom yang besar dan penuh rumbai, melainkan reinterpretasi modern yang ringan dan clean.
“Kami menyebutnya retro simpel. Nggak besar banget, tapi tetap ada nuansa klasiknya,” jelas Alben. Dia juga menyebut, pandemi masih memengaruhi tren busana pesta saat ini. Masyarakat kini lebih suka busana yang fungsional dan nyaman.
”Bukan hanya sekadar tampil, tapi juga bisa dipakai di berbagai momen,” lanjutnya.
Perhiasan pun kini tak lagi sekadar pemanis. Bahkan, ada yang sengaja menyesuaikan desain gaun dengan warna dan bentuk aksesori yang dimiliki. ”Ada yang bahkan sengaja bikin gaunnya menyesuaikan warna atau bentuk perhiasan yang mereka punya,” tandas Megama. (omy/aph/adn)
Editor : A. Nugroho