SURABAYA – Proyek radial road akan menerapkan skema lelang paralel. Tujuannya adalah untuk mempercepat penuntasan proyek tersebut. Dengan mekanisme itu, tiga pekerjaan yaitu pemasangan jembatan dan PJU, serta pembangunan pedestrian dapat berjalan bersamaan.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, pihaknya memakai skema lelang paralel agar proyek radial road bisa segera tuntas. Syaratnya, progres pengerjaan boezem di Pakuwon mencapai 90 persen. ”Sambil menunggu penyelesaian, nanti bisa dilelang biar cepat rampung,” terangnya kemarin (20/7).
Adi menuturkan, lelang dilaksanakan bulan depan. Setelah pemenang tender ditetapkan, pengerjaan radial road segera berjalan. DSDABM Surabaya menargetkan, pembangunan akses tersebut rampung dalam waktu tiga bulan. Sebab, seluruh komponen baja jembatan sudah disiapkan di workshop DSDABM. ”Tinggal dipasang. Lalu, diangkat serta dikencangkan di lokasi,” terangnya.
Spesifikasi jembatan yang dipasang panjangnya 20 meter dengan lebar 15 meter untuk satu lajur kendaraan.
Sembari menunggu pemasangan jembatan, pemkot akan menambah fasilitas umum (fasum) pada segmen radial road yang sudah difungsikan. Wujud fasum itu berupa pedestrian dan penerangan jalan umum (PJU). ”PJU juga akan dipasang di jembatan yang akan dipasang,” papar Adi.
DSDABM Surabaya optimistis pengerjaan radial road selesai sebelum akhir tahun. Sehingga,kendaraan yang melintas di Jalan Raya Lontar tak lagi terjebak kemacetan karena sudah ada jalur alternatif.
Sementara itu, Ketua Tim Perencanaan dan Pengembangan Transportasi Ismanto mengungkapkan, pihaknya masih mengkaji penyediaan feeder yang melintas di radial road. ”Kami lihat dulu potensinya,” paparnya.
Menurut dia, permukiman di kawasan radial road belumpadat. Berbeda dengan jalur di kawasan Lontar. ”Namun evaluasi akan terus dilakukan berkala terkait efektivitas dan efisiensi rute setelah infrastruktur rampung,” jelas Ismanto. (omy/aph/adn)
Editor : A. Nugroho