Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasus Diabetes Mellitus pada Anak Meningkat, Sebanyak 18 Pasien Dirawat di RSUD BDH dalam Enam Bulan Terakhir

Aditya Novrian • Rabu, 23 Juli 2025 | 17:35 WIB

 

Waspada Kasus Diabetes pada Anak.
Waspada Kasus Diabetes pada Anak.

SURABAYA – Kasus anak yang menderita penyakit kronis di metropolis terus mengalami kenaikan. Misalnya pada angka diabetes mellitus (DM). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) mencatat lonjakan jumlah pasien anak terkena DM dalam enam bulan terakhir.

Dari Januari hingga Juni, RSUD BDH menangani 18 pasien anak penderita DM. Meningkat dibanding periode Juli–Desember 2024 yang hanya mencatat 13 kasus.

Dokter Spesialis Anak RSUD BDH dr Agus Cahyono SpA menyampaikan, kondisi pasien yang datang sangat bervariasi. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, namun tidak sedikit yang datang dalam kondisi berat.

”Beberapa ada yang mengalami penurunan kesadaran, terutama yang DM. Gulanya bisa mencapai 400 hingga 600 mg/dL, bahkan kadang tak terdeteksi,” terangnya kemarin (22/7).

Agus menjelaskan, anak-anak penderita DM umumnya terdeteksi saat tiba-tiba kehilangan kesadaran. Mayoritas dari mereka mengidap DM tipe 1 lebih sering dipicu oleh faktor autoimun. Bukan sekadar gaya hidup atau keturunan seperti pada orang dewasa.

Selain diabetes, Agus menyebut epilepsi dan cerebral palsy (CP) juga menjadi dua penyakit kronis yang paling sering ditangani pihak rumah sakit. Epilepsi menjadi yang terbanyak. Pasien anak biasanya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejang-kejang di rumah.

Sementara itu, CP sudah bisa diketahui sejak dini. Gejalanya terlihat dari kekakuan anggota tubuh dan keterlambatan tumbuh kembang anak.

”Dalam menangani pasien anak dengan penyakit kronis, RSUD BDH menggelar pengobatan dan kontrol rutin,” terang Agus.

Tak hanya pengobatan rutin, RS juga terus memberikan edukasi kepada keluarga pasien. Termasuk konseling dan pelatihan pengelolaan pola makan serta gaya hidup agar anak-anak bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

”Agar pasien tetap bisa menjalani aktivitas sebaik mungkin,” papar Agus.

Agus menambahkan, penyakit kronis pada anak memang tidak bisa disembuhkan. Namun bisa dikendalikan dengan manajemen medis dan dukungan keluarga.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar melengkapi vaksinasi anak sesuai jadwal. Terutama vaksin untuk mencegah infeksi yang bisa memicu penyakit berat seperti epilepsi.

”Terutama terhadap infeksi yang bisa memicu epilepsi seperti meningitis dan ensefalitis,” pungkasnya. (omy/aph/adn)

Editor : A. Nugroho
#lonjakan #CP #anak #RSUD Bhakti Darma Husaha #diabetes melitus