MALANG KOTA – Gaung pencegahan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap tak terdengar. Kalah jauh dengan pamor penindakan dalam bentuk penangkapan maupun penahanan tersangka. Karenaitu, KPK memperbanyak kolaborasi dengan pihak lain, khususnya media massa untuk meningkatkan efektivitas langkah pencegahan.
Langkah itu diungkapkan Ketua KPK RI periode 2024-2029 Setyo Budiyanto saat berkunjung ke Jawa Pos Radar Malang kemarin (22/7). Kunjungan dilakukan bersama Direktur Jejaring Pendidikan Dian Novanthi dan Spesialis Jejaring Pendidikan Indira Zachriyan. Selama satu 1,5 jam, mereka berdiskusi dengan tim Radar Malang yang dipimpin langsung Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.
Dalam pemaparannya, Setyo mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak semata-mata berupa penindakan. Ada unsur pencegahan dan pengembalian aset negara yang tak kalah penting. ”Penindakan sebenarnya juga mengandung makna pencegahan agar orang takut untuk berbuat korupsi. Tapi pencegahan dalam bentuk menghindari perilaku koruptif itu juga harus dilakukan,” terangnya.
Pencegahan semacam itu bisa dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan, seperti yang sudah dilakukan KPK selama ini. Tapi, untuk mempercepat perluasan informasi tentang bagaimana mencegah korupsi. Hal itu bisa dilakukan bersama media massa.
Terkait pengembalian aset, Setyo mencontohkan beberapa persoalan yang sering kali ditemui di level pemerintah daerah. Seperti mobil dinas atau rumah dinas yang tetap dikuasai oleh mantan pejabat yang sudah pensiun. ”Hal itu sepertinya sepele. Tapi kalau dibiarkan bisa mempengaruhi keuangan daerah,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Setya juga menanggapi pertanyaan tentang bagaimana menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan korupsi di kalangan milenial maupun gen z. Dia menjelaskan, KPK sudah pernah bekerja sama dengan influencer untuk hal semacam itu, tapi terkendala dana. KPK juga pernah membuat film tentang pencegahan korupsi yang diharapkan bisa lebih menarik untuk dinikmati dan dipelajari anak muda.
”Makanya kami merasa perlu bersinergi dengan media massa agar langkah-langkah pencegahan korupsi yang sudah kami lakukan bisa tersampaikan lebih luas kepada masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya menyambut baik tawaran kolaborasi yang disampaikan KPK. Apalagi, Jawa Pos Radar Malang merupakan media multiplatform (cetak, online, media sosial) yang sampai saat ini masih yang terbesar di Malang Raya. Jawa Pos Radar Malang juga memiliki divisi event yang bisa menjadi salah satu pintu kolaborasi dengan KPK dalam melaksanakan program pencegahan korupsi.
”Pencegahan erat kaitannya dengan pembentukan perilaku dan budaya. Karena, itu kolaborasi dengan media sangat tepat karena pendidikan harus terus diulang untuk membentuk perilaku antikorupsi,” sambung Tauhid. (mel/fat)
Editor : A. Nugroho