PAKISAJI – Rumah Hermawan, 35, warga Dusun Pendem, Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji dilalap si jago merah, kemarin malam (23/7). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 21 juta.
Peristiwa berawal ketika Hermawan menyalakan lampu sekitar pukul 18.00. Rumah tersebut tidak ditinggali. Kedatangan Hermawan hanya untuk menyalakan lampu. Setelah menyalakan lampu, Hermawan pergi lagi. "Korban pergi untuk mengantar istrinya tahlilan di salah satu rumah warga," ujar Komandan Pleton Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Syaiful Anwar kemarin.
Beberapa menit kemudian, Supini, tetangga korban mendengar ada suara seperti api membakar sesuatu. Lantaran penasaran, Supini keluar untuk melihat keadaan. Dia terkejut lantaran api sudah membubung membakar beberapa konstruksi rumah Hermawan. Supini lantas meminta tolong warga untuk memadamkan kobaran api.
Sementara itu, Hermawan yang melewati rumahnya setelah mengantar istri tahlilan juga kaget melihat rumahnya terbakar. Dia bersama warga berusaha memadamkan api, namun tak menuai hasil. Beberapa warga menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang. "Damkar tiba pukul 18.50," jelas Syaiful.
Damkar datang dengan membawa dua armada. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 19.15. Setelah itu petugas memastikan tidak ada sisa api di rumah seluas 56 meter persegi tersebut.
Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti membenarkan adanya kebakaran tersebut. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya mengirimkan petugas untuk mengamankan dan mengidentifikasi penyebab kebakaran. "Dari hasil pemeriksaan, diduga kebakaran berasal dari korsleting listrik," kara Indra.
Kemungkinannya korsleting terjadi setelah Hermawan menyalakan lampu. "kebakaran menyebabkan kerugian materiil sebesar Rp 21 juta 500 ribu," jelas Indra.
Indra menerangkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi. Juga mengamankan beberapa barang bukti berupa sisa barang yang terbakar. "Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati, khususnya dalam masalah kelistrikan," pungkas Indra. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho