Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sebulan Bisa Dapat Pesanan 4.000 Biji di Malang

A. Nugroho • Minggu, 27 Juli 2025 | 21:55 WIB

 

KONSISTEN: Alfandi, 75, warga Kecamatan Kedungkandang cukup rutin bermain layang-layang di sawah kotak.
KONSISTEN: Alfandi, 75, warga Kecamatan Kedungkandang cukup rutin bermain layang-layang di sawah kotak.

 

 

RADAR MALANG - Pamor permainan layang-layang aduan selalu melonjak tiap musim kemarau. Para produsennya selalu mengebut produksi untuk memenuhi pesanan. Seperti dilakukan Raja Layangan Jatim, di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Layangan yang diproduksi di sana khusus untuk sambitan. Ukuran yang paling laris yakni 57 dengan tajuk 49. Awalnya, Agus sebagai pemilik usaha produsen layangan itu mendapat ilmu dari ikut perlombaan. Di kampungnya di Brongkal, mayoritas penduduknya memang jadi perajin layangan.

Agus memutuskan membuka usahanya pada 2015 lalu. Usahanya terus meningkat. Pemasaran produk layang-layangnya sudah sampai luar Pulau Jawa. “Kerangka layangan kami pakai bambu apus dan bambu petung,” ujar Agus.

Dia menyebut bahwa dua jenis bambu itu lebih lentur dan mudah dibentuk. Untuk kertasnya, Agus biasa menggunakan kertas tisu dan kertas minyak. Namun, pelanggannya lebih banyak yang menyukai layangan dengan bahan kertas minyak.

 

RAMAI PESANAN: Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang jadi salah satu wilayah yang aktif memproduksi layangan aduan.
RAMAI PESANAN: Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang jadi salah satu wilayah yang aktif memproduksi layangan aduan.

Dengan lima karyawan, Agus bisa memproduksi 100 layangan per hari. Proses paling lama ada di pembentukan kerangka layangan. Sebab, membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. “Bambu yang dipakai kan harus ditipiskan. Jadi kalau proses membentuknya kasar sedikit bisa patah,” paparnya.

Belum lagi tiap sambungan kerangka harus diikat dengan simpul tali menggunakan benang. Membuat satu kerangka layangan bisa menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Agus mengakui bahwa peminat layang-layang tengah melejit.

Dalam sebulan, dia bisa menerima pesanan hingga 4.000 layang-layang, dengan banderol harga mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per bijinya. Selain membentuk kerangka layangan, proses penyimpanan layang-layang juga cukup menantang.

Sebab butuh kehati-hatian karena layangan yang diproduksi cukup rapuh. Dia biasa membungkus layangannya menggunakan kresek merah dengan kuantitas 50 layangan tiap kantong.

Editor : A. Nugroho
#Produksi #layangan #malang