MALANG KOTA - Seorang lansia perempuan tertabrak kereta api (KA) di Jalan Gadang Gang 12B RT 8/RW 5, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, kemarin (31/7) sekitar pukul 11.00. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, korban tertabrak KA Penataran. KA tersebut melaju dari arah Malang menuju Blitar.
Masinis kabarnya sempat menghentikan laju kereta. Kemudian melaporkannya ke petugas di pos jalur perlintasan langsung (JPL) terdekat. Sami'in, salah seorang warga menjelaskan kalau lansia perempuan itu sempat terlihat berjalan di sekitar rel pada pagi hari.
Korban juga sempat memperingatkan anak-anak kecil untuk tidak bermain di atas rel. ”Itu cerita yang saya dengar dari petugas yang biasa memperbaiki rel,” jelas dia. Pada siang hari, Sami'in mengetahui kalau lansia perempuan itu meninggal setelah tertabrak kereta.
Dia melihat ada tiga ambulans yang datang ke lokasi. ”Saat tahu kalau ada lansia perempuan yang tertabrak kereta, saya ikut bantu-bantu mengumpulkan potongan tubuhnya,” ucap Sami'in. Dia menyebut kalau tubuh dari lansia yang diperkirakan berusia 60 tahun itu berada dalam kondisi hancur.
Bagian kakinya patah dan wajahnya sudah tak berbentuk normal. Lansia itu diketahui menggunakan daster berwarna hitam. Dia tidak membawa identitas, tas, atau bawaan lainnya. Polisi bersama relawan segera mengumpulkan potongan tubuh korban.
Sekitar pukul 12.00, jenazah lansia perempuan itu dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kanit Reskrim Polsek Sukun AKP Wardi Waluyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap identitas lansia tersebut. Sampai berita ini ditulis kemarin sore, polisi masih mencari keterangan terkait pihak keluarga korban. ”Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas dan hanya menggunakan daster hitam saja,” terang Wardi. Terkait kronologi, Wardi mengaku bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi maupun pihak terkait. (mel/by)
Editor : A. Nugroho