SUMAWE- Pantai Sedang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, tidak sekadar ramai dengan aktivitas nelayan pada Minggu (3/8). Warga di sana dengan prajurit Korem 083/Baladhika Jaya berkolaborasi membersihkan pantai kemarin. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan hari Kemerdekaan RI ke-80.
Aktivitas tersebut juga dibarengi dengan bakti sosial. Sasarannya kepada nelayan dan warga sekitar. Start pada pukul 06.00 WIB, ratusan orang yang terdiri dari personel Korem bersama ibu-ibu Persit KCK Koorcab Rem 083 PD V/Brawijaya dan warga, bahu membahu membersihkan berbagai jenis sampah. Mulai sampah plastik sampai dari tumbuhan.
Komandan Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai itu merupakan rangkaian acara bakti sosial Korem dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan RI. Kegiatan sudah berlangsung sejak 2 Agustus lalu.
Pada Sabtu (2/8), kegiatannya berupa peninjauan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pengecatan kapal milik nelayan, dialog dengan masyarakat dan ikut bekerja sama dengan nelayan. Mulai dari persiapan sebelum ke laut, memberangkatkan kapal, sampai bantu-bantu mengangkat hasil laut yang didapat.
”Pagi tadi (kemarin) dilanjutkan bersih-bersih pantai dan pemberian sembako pada warga yang tidak mampu,” kata Kohir. Kegiatan itu, juga dibarengi dengan pemberian imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan pantai dan laut.
Lantas, kenapa Pantai Sendang biru dipilih jadi tempat bakti sosial? Kohir mengatakan, bahwa nelayan di Pantai Sendang Biru merupakan tumpuan suplai ikan untuk wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Nelayan di sana juga mengolah ikan-ikan hasil tangkapan dengan cara tradisional.
”Pantai yang ada di utara Jatim, di sana sudah pabrik-pabrik pengolahan dan dijualnya ke mana-mana. Berbeda dengan di sini (Sendang Biru) yang distribusinya lokal,” ucap dia. Pihaknya juga concern dengan peningkatan hasil tangkapan ikan di Pantai Sendang Biru. Ke depan, berupaya menggandeng Pemerintah Kabupaten Malang, terutama Dinas Perikanan.
Satu tujuannya, agar nelayan yang tradisional hasil tangkapannya maksimal. Distribusinya semakin banyak yang bisa keluar wilayah. Dia melihat, hal tersebut akan memberikan efek positif yang besar. Khususnya untuk roda ekonomi warga. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho