MALANG KOTA - Pimpinan tertinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang resmi berganti. Kemarin (6/8), Rektor UIN Malang periode 2021-2025 Prof Dr H M. Zainuddin MA menyerahkan jabatannya kepada rektor baru. Yakni Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi CAHRM CRMP.
Dalam kesempatan yang bersejarah itu, Ilfi memaparkan sembilan program kerjanya untuk 100 hari pertama. Tujuan utama Ilfi untuk lima tahun ke depan adalah meningkatkan penerimaan mahasiswa lulusan UIN Maliki Malang di dunia kerja. Saat ini angkanya masih di bawah 70 persen. Rektor baru itu ingin persentasenya naik hingga 80 persen.
”Targetnya tahun 2029 semua akreditasi sudah unggul,” ujar perempuan yang juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan itu. Saat ini masih 64 persen prodi yang sudah unggul. Untuk akreditasi internasional sudah 31 persen. Targetnya naik 80 persen pada 2029.
Aspek pertama yang disasar Ilfi yakni peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Caranya dengan memperluas kerja sama antara kampus dan pelaku usaha untuk meningkatkan penerimaan lulusan di tempat kerja.
Program kedua yakni meningkatkan jumlah mahasiswa dan penerimaan mahasiswa asing. Sebab kampusnya sudah menerima Pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) senilai Rp 1 triliun. Sementara itu, program ketiga yakni meningkatkan lingkungan kampus yang Islami.
Keempat yaitu menerapkan tri dharma perguruan tinggi. Terutama di bidang pendidikan, pengajaran, research, dan PKM. Program kelimanya yakni research industry dan pengabdian kepada masyarakat berbasis isu lokal dan global.
Pada poin keenam, Ilfi secara khusus menyoroti peningkatan publikasi dan sitasi karya ilmiah. Targetnya ada seribu buku yang harus terbit selama periodenya berakhir lima tahun mendatang. Program ketujuh yakni meningkatkan semangat kampus agar pelayat terhadap mahasiswa makin optimal.
Sementara itu, poin kedelapan adalah penguatan dan peningkatan kualitas SDM. Di ingin menarik 91 PPPK hasil optimalisasi. Saat ini masih dalam proses pengajuan kembali ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). ”Poin terakhir, saya ingin menggencarkan gerakan green campus dan eco pesantren,” lanjutnya.
Dimulai dengan menulis buku modul terkait green campus. Sembilan program itu akan mulai dikerjakan dalam 100 hari pertama kerja. ”Itu sesuai dengan permintaan Menteri Agama,” tutup dia. (aff/by)
Editor : A. Nugroho