Berdayakan Calon TKI, Disnaker Kabupaten Malang Gandeng Lintas Kementerian

A. Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:07 WIB
SIAPKAN BANYAK PROGRAM: Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar meninjau salah satu stan bazar milik mantan TKI dalam kegiatan Global Talent di Kawedanan Singosari, kemarin
SIAPKAN BANYAK PROGRAM: Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar meninjau salah satu stan bazar milik mantan TKI dalam kegiatan Global Talent di Kawedanan Singosari, kemarin

 

KABUPATEN - Setiap tahun, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI dari Kabupaten Malang mengalami peningkatan. Berdasar data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, pada 2022 jumlahnya ada 6.589 orang. Selanjutnya tahun 2023 meningkat jadi 9.322 orang, dan tahun 2024 sebanyak 10.288 orang.

 

Sementara tahun ini, sudah ada 4.256 TKI yang berangkat ke luar negeri. Jumlah itu merupakan pekerja migran yang berangkat selama Januari sampai Juni. Untuk mempersiapkan mereka, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) sudah menyiapkan beberapa upaya pemberdayaan. Seperti disampaikan Menko PM Muhaimin Iskandar dalam puncak acara Global Talent di Kawedanan Singosari, kemarin (9/8).

 

Menurut Cak Imin, saat ini pemerintah sedang menyiapkan sistem penanganan secara menyeluruh untuk pekerja migran. Mulai dari tingkat kecamatan, proses keberangkatan, hingga pemulangan. Salah satu bentuk pemberdayaan yang akan dilakukan yakni pembelajaran bahasa. Kemudian, keterampilan yang bisa mendukung pekerjaan TKI di luar negeri.

 

”Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait maupun non-government untuk pemberdayaan pekerja migran,” ucapnya. Untuk bahasa asing dan keterampilan, Kemenko PM bakal menggandeng Kementerian Pendidikan. Selain itu juga menggandeng Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Tujuannya agar calon TKI bisa mendapat informasi yang aktual terkait alur bekerja di luar negeri.

 

Selama ini, Cak Imin banyak menerima informasi pekerja migran yang tertipu lowongan pekerjaan hingga iming-iming gaji tinggi dari luar negeri. ”Terutama lowongan yang beredar di Facebook. Jadi pekerja migran harus selektif,” tegasnya. Jika tidak waspada, calon TKI bisa terjebak dalam sistem eksploitasi.

 

Bisa juga terjebak di daerah konflik seperti Thailand dan Myanmar. Karena itu, pemerintah mengimbau agar pekerja selektif mencari informasi. Termasuk terkait negara tujuan bekerja.

 

Kemenko PM sendiri sengaja menjadikan Kabupaten Malang sebagai pusat kegiatan Global Talent. Alasannya karena jumlah TKI dari Kabupaten Malang cukup banyak. Dalam puncak acara Global Talent kemarin, Kemenko PM juga memberikan bantuan alat produksi kepada purna TKI.

 

Alat yang diberikan seperti mesin kopi, oven telur, hingga cup sealer. Tujuannya agar mereka bisa tetap berdaya. Ada juga sesi sharing yang digelar. Yang dibahas seputar seluk beluk beserta problem-problem kerja di luar negeri.  Bupati Malang H M. Sanusi dan Wali Kota Batu Nurochman tampak hadir. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
kemenko disnaker Imin malang kota CAK Kabupaten