Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Likaten, Istilah Jawa Kuno yang Tidak Semua Anak Muda Sekarang Mengetahui

A. Nugroho • Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:40 WIB
Ojok nemen-nemen nuruti juraganmu. Lek koen likaten, wonge ora kirane ngreken!
Ojok nemen-nemen nuruti juraganmu. Lek koen likaten, wonge ora kirane ngreken!

 

"Ojok nemen-nemen nuruti juraganmu. Lek koen likaten, wonge ora kirane ngreken!"

 

Selain di Malang, istilah juga cukup familiar di daerah-daerah lain di Jawa Timur. Likaten bermakna kram. Istilah tersebut berasal dari Bahasa Jawa kuno.

 

Menurut Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati, kata dasarnya adalah likat. ”Padanan dari likat adalah lekat, rekat, dan lengket. Kemudian digabungkan dengan akhiran 'en', artinya jadi merasa likat atau serasa diikat,” papar dia.

 

Likaten digambarkan dengan rasa tidak sakit dan kebas di bagian tubuh tertentu akibat kram. Bawaannya membuat bagian tubuh tertentu tidak bisa digerakkan. ”Rasanya otot seperti lengket atau lekat,” kata dia.

 

Restu memperkirakan, istilah tersebut berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang kemudian menyebar sampai wilayah Malang Raya. Restu tak yakin banyak anak generasi sekarang yang mengerti istilah tersebut. Sebab, yang lebih familiar saat ini adalah istilah kram. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#kuno #malang #jawa #istilah #IKAT