Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peringati Hari Jadi Arema ke-38, Ribuan Suporter Lantunkan Doa di Gate 13

Bayu Mulya Putra • Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:10 WIB

DOA UNTUK MEREKA: Eks pintu 13 yang menjadi saksi bisu tragedi Kanjuruhan ramai didatangi para suporter sejak Minggu malam (10/8).
DOA UNTUK MEREKA: Eks pintu 13 yang menjadi saksi bisu tragedi Kanjuruhan ramai didatangi para suporter sejak Minggu malam (10/8).
 

RANGKAIAN peringatan hari jadi Arema ke-38 berlangsung mulai hari Minggu (10/8). Sejumlah tempat jadi jujukan Aremania. Seperti di area Car Free Day (CFD) Jalan Ijen pada Minggu pagi (10/8). Berlanjut di depan Stasiun Malang. Di sana, sejumlah Aremania membersihkan patung singa. 

Minggu malam, banyak Aremania yang berbondong-bondong menuju Stadion Kanjuruhan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, massa sudah berkumpul di depan Stasiun Kota Baru sejak pukul 20.00. Sekitar pukul 22.15 mereka bergerak ke Stadion Kanjuruhan. Sebelum masuk stadion, ribuan Aremania menggemakan chant-chant Arema di depan pintu masuk area Stadiun Kanjuruhan. 

Pukul 23.00 Aremania berkumpul di depan pintu barat Stadion Kanjuruhan. Mereka berkumpul untuk membacakan doa tahlil dan yasin. Ditujukan khusus untuk 135 korban tragedi Kanjuruhan dan para pendahulu Arema yang sudah berpulang.

Sebagian massa kemudian bergerak ke gate 13. Tempat bersejarah yang membuat banyak korban berjatuhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Sejumlah warga melantunkan doa secara pribadi untuk para korban tragedi.

Ismam Muhdor, 28, salah satu warga datang bersama anak dan istrinya.

Dia memanfaatkan momen itu dengan mengajak keluarganya berdoa untuk para korban tragedi Kanjuruhan. ”Karena kami sekeluarga suka Arema,” kata Ismam. Dalam doanya, Ismam berharap seluruh dosa para korban diampuni. Dia juga berharap tidak ada lagi tragedi serupa. ”Suporter harus lebih sportif lagi, jangan sampai ada kejadian seperti sebelumnya. Contohkan ke anak-anak kita agar menjadi suporter yang baik,” papar Muhdor.

Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki mengatakan, kegiatan berdoa itu merupakan rangkaian agenda untuk merayakan ulang tahun Arema ke-38. ”Ada juga sesi meniup lilin bersama saat peralihan dari tanggal 10 ke 11 Agustus,” kata dia. 

Ali memperkirakan ada 1.000 orang lebih yang datang ke stadion pada Minggu malam (10/8). Dia berharap semakin tahun para Aremania bisa tetap sportif dan bangkit bermartabat. ”Tentu chant-chant non-sportif harus mulai ditinggalkan,” tambah Ali. 

Kemarin pagi (11/8), sejumlah Aremania Aremania berziarah ke makam pendiri dan tokoh-tokoh Arema. Itu adalah agenda rutin setiap tahun. ”Agar kita terus mengenang dan menghormati pendahulu,” jelas Ali. 

Nasrukin, 23, salah satu Aremania dari Sidoarjo sengaja datang mulai Minggu malam (10/8). Dia tidak sendirian, ada beberapa temannya yang ikut serta. ”Harapannya hanya satu, yaitu Arema utas. Kembalikan marwah Aremania, Arema Juara 2025,” teriak Nasrukin diikuti teman-temannya.

Hal serupa juga dilakukan Atta, 23, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Dia datang bersama teman-temannya untuk mengikuti rangkaian peringatan Ultah Arema ke-38. ”Setelah ini semoga Arema menjadi satu. Arema Indonesia dan Arema FC menjadi Arema Malang,” kata Atta dengan penuh semangat.

Para suporter terpantau mulai meninggalkan Stadion Kanjuruhan pada dini hari kemarin pukul 00.45. Kemarin siang sebelum laga antara Arema FC versus PSBS Biak digelar, sejumlah Aremania juga menyempatkan diri mendatangi Gate 13 untuk memanjatkan doa. (yad/by)

Editor : A. Nugroho
#aremania #stadion kanjuruhan #Arema #doa bersama