KARANGPLOSO - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang terus bertambah. Salah satunya di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso. Per hari, SPPG tersebut memproduksi hingga 3.300 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil produksinya didistribusikan ke 25 sekolah, mulai kelompok bermain (KB) hingga SMA/sederajat.
Kemarin (13/8), Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Mayjen TNI (Purn) Harianto didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang Hj Lathifah Shohib meninjau penyiapan makanan di SPPG tersebut. Mereka memperhatikan tempat penerimaan barang, penyimpanan bahan makanan kering, tempat mencuci, memasak, hingga penataan porsi makanan.
“Semua sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), baik porsi besar maupun kecil. Menunya juga rutin diganti,” ujar Wabup Malang Hj Lathifah Shohib di sela meninjau SPPG Kepuharjo.
Jarak tempuh pengiriman maksimal 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit. Itu untuk menjaga kualitas makanan supaya tetap baik ketika tiba di sekolah. Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan mengungkap, menu yang disediakan yakni nasi sebagai sumber karbohidrat dan ayam kecap sebagai sumber protein. Sayurnya berupa campuran tumis wortel, jagung, dan buncis.
Sedangkan buah yang disediakan yakni jeruk, kemudian susu sebagai pelengkap. Untuk porsi besar sekitar 600an kkal, lalu porsi kecil sekitar 400an kkal. “Secara berkala kami akan melakukan evaluasi. Ini masih evaluasi awal,” kata Lathifah.
Ke depan, dia berharap akan semakin bertambah SPPG di Kabupaten Malang. Sebab terdapat 3.482 sekolah di Bumi Kanjuruhan. Dengan rincian 1.735 KB/TK, 1.163 SD, 368 SMP, dan 216 SMA/SMK. Itu menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Jumlah tersebut belum termasuk lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag). “Semua lembaga pendidikan harus kami akomodasi. Namun, kami memprioritaskan anak usia TK dan SD,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Deputi V KSP Mayjen TNI (Purn) Harianto menyampaikan, secara nasional, penerima MBG ditarget lebih dari 82 juta orang dengan SPPG yang harus disiapkan sekitar 30 ribu. Sedangkan saat ini masih terealisasi 2.000-an SPPG.
“Untuk mewujudkannya memerlukan partisipasi dari berbagai stakeholder. Seperti TNI, Polri, pemerintah daerah (pemda), hingga pengusaha. Di Kabupaten Malang, saya kira sekarang sudah bagus,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho