MALANG KOTA - Literasi keuangan terus ditingkatkan dan dikuatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Sejak Mei lalu sampai Kemarin (14/8), menggelar rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK). Total ada 125 kegiatan dengan 16,8 ribu peserta yang mendapat edukasi terkait cara mengatur uang sejak dini dalam acara tahunan itu.
Penutupan BLK bertempat di Lantai 7 Malang Creative Center (MCC), Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sekaligus merayakan Financial Literacy Award 2025 dan puncak Hari Indonesia Menabung 2025. Kegiatan itu ditutup dengan Training of Trainers ke Pembina Pramuka Kwartir Cabang Kota Malang. Bertajuk Pramuka Cerdas Finansial Tangguh Masa Depan.
Secara nasional, indeks literasi keuangan pelajar di pedesaan masih di angka 59,60 persen. Sementara inklusi keuangan indeksnya sudah mencapai 75,70 persen. Begitu juga dengan pelajar di perkotaan. Angkanya naik dengan jumlah indeks literasi keuangan 70,89 persen dan inklusi keuangan 83,61 persen.
”Masalah yang mendasar adalah banyak orang memiliki akses ke lembaga keuangan, tapi belum tahu cara mengelolanya,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan. Berangkat dari itu, OJK Malang konsisten mengadakan BLK dengan berfokus edukasi ke berbagi kalangan. Mulai dari pelajar/mahasiswa, pemuda, hingga perempuan atau ibu rumah tangga.
BLK yang diadakan OJK Malang tahun ini, tergabung dengan gerakan nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan (Gencarkan). Di Kota Malang, ada 56 kegiatan yang diselenggarakan mulai dari financial literacy series, talk show, webinar, hingga kelas edukasi literasi keuangan.
Farid sengaja mengajak anggota Pramuka. Harapannya, kegiatan yang berisi pembekalan untuk literasi dan inklusi keuangan itu banyak didatangi warga. ”Karena Pramuka itu jaringannya luas sampai ke sekolah, komunitas, maupun desa,” lanjut pria berasal dari Blora itu.
Menurutnya, masing-masing anak muda harus mulai menabung. Minimal 10-20 persen dari pendapatan. Jenis tabungan bisa berupa investasi saham, investasi aset, hingga investasi emas.
Selain itu juga harus melakukan pengelolaan uang dengan baik. Satu caranya, membuat pemasukan dan pengeluaran ideal. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho