Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terapkan Aturan Bahan Bakar, Sewa Motor di Malang Jaga Fair Play antara Pemilik dan Penyewa

A. Nugroho • Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:07 WIB
FAIR PLAY: Pemilik Sewa Motor jaga Aturan untuk BBM pada Motor kepada Pelanggan
FAIR PLAY: Pemilik Sewa Motor jaga Aturan untuk BBM pada Motor kepada Pelanggan

 

MALANG - Bagi sebagian orang, menyewa motor adalah solusi cepat untuk berkeliling kota, terutama di Malang yang kaya akan destinasi wisata dan aktivitas harian. Namun, di balik kemudahan itu, ada aturan kecil yang dijaga ketat oleh penyedia jasa sewa, salah satunya Arif, pemilik usaha sewa motor di kawasan Stasiun Kota Baru.

 

Arif menjelaskan bahwa setiap motor yang keluar dari garasinya sudah dipastikan dalam kondisi siap pakai, termasuk tangki bahan bakar yang terisi.

 

Namun, ia juga menetapkan kebijakan bahwa saat motor dikembalikan, jumlah bensinnya harus sama seperti ketika motor disewa. “Motor yang kami sewakan dipastikan sudah terisi dengan bensin dan kami menghimbau kepada penyewa ketika pengembalian motor, bensin harus sama dengan porsi semula. Untuk porsinya sendiri kami tidak ada patokan, tergantung berapa liter bensin yang sudah terisi saat dia menyewa motor,” jelasnya.

 

Aturan ini berlaku tanpa pengecualian. Arif mencontohkan, jika penyewa menerima motor dengan satu liter bensin di dalam tangki, maka saat mengembalikannya motor juga harus memiliki jumlah bahan bakar yang sama. “Tidak boleh kurang, itu peraturan kami,” tegasnya.

 

Bagi Arif, kebijakan ini bukan sekadar aturan, melainkan bentuk keadilan bagi kedua belah pihak. Pemilik usaha tidak merugi karena bahan bakar yang berkurang, dan penyewa pun tidak merasa terbebani karena hanya perlu mengembalikan motor sesuai kondisi awal.

 

Kebijakan seperti ini juga membantu menjaga kelancaran operasional. Saat musim ramai, di mana motor sering berpindah tangan hanya dalam hitungan jam, bahan bakar yang cukup memudahkan motor langsung siap disewa kembali tanpa harus menunggu diisi ulang. “Kalau bensin sudah pas, motor bisa langsung dibawa pelanggan berikutnya. Enggak buang waktu,” tambahnya.

 

Lokasi usahanya yang strategis di dekat Stasiun Kota Baru membuat aturan ini semakin relevan. Banyak penyewa yang datang langsung dari luar kota, terburu-buru melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.

 

Dengan sistem bahan bakar yang jelas sejak awal, proses sewa jadi lebih cepat dan minim kesalahpahaman.

 

Arif mengaku sebagian besar penyewa mematuhi aturan ini tanpa masalah. Meski begitu, ada juga yang lupa atau kurang mengerti di awal, sehingga ia selalu memastikan untuk menjelaskan kebijakan tersebut sebelum transaksi. “Kuncinya komunikasi yang jelas dari awal,” ujarnya.

 

Bagi Arif, aturan sederhana ini adalah bagian dari menjaga kepercayaan dan profesionalisme. Di tengah persaingan usaha sewa motor yang ketat di Malang, ia percaya bahwa layanan yang rapi, adil, dan transparan akan membuat pelanggan kembali lagi. (cj)

Editor : A. Nugroho
#Stasiun #Motor #sewa #kota baru #roda 2 #malang #Pelanggan