Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berburu Rujak Cingur di Lowokwaru Malang: Dari yang Legendaris sampai yang Viral di Sosmed

A. Nugroho • Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:37 WIB
PEDAS NIKMAT : Perpaduan Sayur dan Cingur yang Lembut Bikin Lapar Inilah Rekomendasi Rujak Cingur di Lowokwaru
PEDAS NIKMAT : Perpaduan Sayur dan Cingur yang Lembut Bikin Lapar Inilah Rekomendasi Rujak Cingur di Lowokwaru

RADAR MALANG - Kawasan Lowokwaru selama ini memang identik dengan deretan kuliner mahasiswa, mulai dari warung sederhana hingga kafe kekinian. Namun, di tengah ramainya kedai kopi dan bakso yang hampir ada di setiap sudut, ada satu kuliner khas Jawa Timur yang tetap eksis dan tak pernah tergeser oleh tren rujak cingur.

Makanan yang satu ini memang tidak hanya sekadar hidangan, melainkan juga bagian dari cerita rasa yang diwariskan turun-temurun. Perpaduan antara potongan sayur segar, irisan tahu, tempe, dan cingur sapi yang kenyal, disiram dengan bumbu petis kental bercampur kacang tanah, cabai, dan sedikit gula merah, menghadirkan sensasi yang lengkap di lidah. 

Ini dia Rekomendasi Warung Rujak Cingur di Lowokwaru Malang

Rujak Cingur Kedai 51
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta rujak cingur di Lowokwaru adalah Kedai 51. Warung ini terkenal dengan porsi yang pas, rasa bumbu yang otentik, dan harga yang tetap ramah kantong meskipun lokasinya strategis. Bumbu petisnya dibuat langsung setiap hari, sehingga aroma dan rasanya selalu segar.

Kedai ini menjadi favorit baik untuk makan di tempat maupun pesan lewat aplikasi, karena penyajiannya tetap rapi meskipun dibungkus. Dengan harga sekitar Rp 20.000 per porsi, Kedai 51 jelas menjadi pilihan tepat untuk mahasiswa yang ingin makan enak tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

 

Rujak Cingur dan Gado-Gado Kaliurang
Tak jauh dari sana, ada Rujak Cingur dan Gado-Gado Kaliurang, yang menawarkan konsep sedikit berbeda. Di sini, pengunjung diberi pilihan untuk menikmati rujak cingur dengan dua varian bumbu yaitu versi biasa dan versi istimewa.

Bedanya ada pada kualitas dan kekuatan rasa petis yang digunakan petis pada versi istimewa terasa lebih kental, lebih pekat, dan memiliki aroma yang lebih tajam, cocok bagi mereka yang memang penggemar sejati petis.

Warung ini terletak di pinggir jalan besar, sehingga mudah ditemukan, dan suasana makannya pun sederhana namun nyaman. Di siang hari, warung ini kerap penuh oleh pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pegawai kantoran.

Meski menunya sederhana, rasa yang dihasilkan benar-benar memuaskan, dengan sayur segar dan cingur yang empuk namun tetap kenyal. Untuk kamu yang ingin mencoba sensasi rujak cingur dengan cita rasa lebih ‘garang’ dari segi bumbu, tempat ini patut dicatat di daftar kunjungan.

 

Rujak Cingur Klenteng
Kalau bicara rujak cingur legendaris di Malang, nama Rujak Cingur Klenteng hampir pasti masuk dalam percakapan. Terletak di area basement Klenteng Eng An Kiong yang sudah berusia ratusan tahun, tempat ini memadukan kelezatan kuliner dengan nuansa heritage yang kental.

Rasa rujak cingurnya konsisten sejak dulu, dengan bumbu petis yang kental dan kaya rasa, berpadu dengan potongan buah segar seperti nanas dan bengkuang, serta sayuran rebus yang pas tingkat kematangannya. Ada juga pilihan bagi pengunjung vegetarian, di mana cingur diganti dengan tambahan tahu atau tempe, tanpa mengurangi kenikmatan bumbu.

Harganya pun tergolong ramah di kantong, berkisar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per porsi, dengan tambahan pilihan minuman tradisional yang menambah lengkap pengalaman kuliner.

 

Rujak Sumba Pojok
Bergeser sedikit, ada Rujak Sumba Pojok yang lokasinya juga terbilang strategis di wilayah awal Lowokwaru. Warung ini sudah ada sejak tahun 1977, sehingga bisa dibilang sebagai salah satu pionir penyaji rujak cingur di Malang. Meski usianya sudah lebih dari empat dekade, rasa yang ditawarkan tidak pernah berubah.

Potongan cingur di sini terkenal lebih besar dibanding tempat lain, namun tetap empuk dan tidak berbau. Uniknya lagi, mereka juga menyediakan kolak santan manis yang sering dipesan sebagai penutup setelah makan rujak, sebuah kombinasi yang mungkin terdengar aneh bagi orang luar daerah, tapi justru sangat nikmat bagi lidah Jawa Timur.

 

Jadi, berburu rujak cingur di kawasan Lowokwaru untuk mencari makan siang atau camilan sore bisa jadi pilihan kalian. Setiap suapan adalah perpaduan sempurna antara gurih petis, segarnya sayuran, dan kenyalnya cingur yang membuat kita ingin kembali lagi.

Dari warung legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun hingga kedai kekinian yang ramai diunggah di Instagram, Lowokwaru selalu punya kejutan untuk para pencinta kuliner. Jadi, kalau kamu sedang berada di Malang, jangan lupa singgah dan rasakan sendiri sensasi rujak cingur khas Lowokwaru. (mkp)

Editor : A. Nugroho
#malang #petis #lowokwaru malang #rujak cingur #jawa timur