INTERNASIONAL - Pada Senin, 18 Agustus 2025, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Oval Office, diikuti oleh para pemimpin Eropa, untuk membahas jalan menuju perdamaian dalam perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Suasana kali ini jauh lebih hangat dibanding pertemuan mereka di Februari lalu, ketika ketegangan sempat memuncak di hadapan media.
Dilansir dari beberapa media AS, Pertemuan digelar setelah Trump bertemu beberapa hari sebelumnya dengan Vladimir Putin di Alaska. Ia menyampaikan kepada Zelenskyy bahwa Uni Eropa akan memberikan jaminan keamanan serupa pasal 5 NATO, meski AS tetap menentang keanggotaan Ukraina di NATO.
Sementara itu, Zelenskyy menyatakan kesiapan untuk melakukan pertemuan langsung dengan Putin dan kemungkinan pertemuan trilateral bersama Trump nantinya. Dalam pertemuan ini, Trump juga menegaskan bahwa perdamaian seharusnya dibangun melalui kesepakatan menyeluruh, bukan sekadar gencatan senjata seperti sebelumnya.
Presiden Zelenskyy tiba dengan pakaian formal hitam, pilihan simbolis yang menunjukkan niat serius dan kehormatan di tengah suasana diplomatik yang penting. Momen ini mencairkan suasana dan memberi harapan baru bahwa negosiasi damai bisa semakin terstruktur, terutama melalui keterlibatan langsung Rusia.
Meskipun belum ada keputusan final, pertemuan ini memberikan harapan bahwa dialog dapat berjalan cepat dalam pekan-pekan mendatang. Namun, tantangannya akan tetap besar, terutama soal pengaturan keamanan pasca-konflik dan batas wilayah yang akan jadi bagian dari kesepakatan masa depan. (cj)
Editor : A. Nugroho