MALANG KOTA – Fondasi Jembatan Brawijaya bakal kembali diperkuat. Tambahan anggaran sekitar Rp 500 juta disiapkan Pemkot Malang melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Hal itu menyusul keropos yang kembali muncul di bagian bawah jembatan pada Juni lalu.
Padahal, Oktober 2023 lalu jembatan yang membentang di atas Sungai Brantas itu sudah sempat diperkuat dengan anggaran Rp 800 juta. Namun hanya berselang 1,5 tahun, bagian bawah jembatan kembali berlubang sepanjang 10–15 meter.
”Fondasi masih bisa menahan beban. Tapi demi keamanan tetap perlu penguatan,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto kemarin.
Menurut Dandung, langkah cepat yang ditempuh yakni menambah bronjong atau kawat baja berisi batu di sisi bawah jembatan. Perbaikan itu masih bersifat sementara. Untuk perbaikan permanen, DPUPRPKP menyiapkan anggaran lanjutan pada 2026. Nilainya akan menyesuaikan hasil detail engineering design (DED) yang sedang disusun.
Di tempat lain, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyatakan pihaknya bakal menunggu pembahasan lengkap terkait kebutuhan DPUPRPKP Kota Malang. Termasuk kebutuhan penguatan pondasi Jembatan Brawijaya. ”Secara teknis, tentu teman-teman di DPUPRPKP sudah memiliki perhitungan dan kajian," ucap Dito.
Jika memang diperlukan, lanjut dia, pihaknya akan mendukung perbaikan Jembatan Brawijaya. Apalagi Jembatan Brawijaya memiliki fungsi yang cukup vital. Yakni lalu lintas pedagang dan masyarakat. Selain itu juga menjadi salah satu ikon kunjungan bagi wisatawan dan warga luar Malang. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho