RADAR MALANG - Akhir-akhir ini sering ramai perbincangan tentang pajak dan tunjangan di Indonesia. Apakah kamu juga sedang mengikutinya?
Pajak adalah salah satu sumber pendapatan utama negara yang digunakan untuk kebutuhan dan kesejahteraan masyarakatnya. Tarif pajak masing-masing negara juga bisa berbeda-beda. Ada yang tinggi hingga rendah bahkan 0% lho! Hal tersebut tergantung pada kebijakan negara tersebut. Namun, meskipun dengan pajak yang tinggi atau sangat rendah tersebut, beberapa negara berikut mampu sukses memajukan kesejahteraan rakyatnya. Penasaran? Yuk simak!
1. Finlandia
Finlandia selalu masuk ke dalam deretan negara dengan pajak tertinggi di dunia. Pajak di negara ini mencapai 57,65%, namun negara ini juga dikenal dengan sistem kesejahteraan sosial terbaik di dunia. Hal ini karena Finlandia memaksimalkan penggunaan pajaknya hanya untuk masyarakat. Bukan untuk keperluan pejabat negara tentunya.
Di sini, pemerintah membiayai secara gratis pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Meskipun gratis namun akses pendidikannya tetap berkualitas tinggi dengan fasilitas yang juga memadai, seperti perpustakaan, laboratorium, hingga beragam program bagi pelajar. Layanan kesehatan juga efisien dan tanpa biaya. Selain itu, infrastruktur modern dan jaringan transportasi pun berjalan dengan baik. Tak sampai di situ saja, Finlandia juga memberikan jaminan sosial bagi warganya yang pengangguran, disabilitas, hingga cuti bagi orang tua.
2. Jepang
Jepang merupakan salah satu negara Asia dengan pajak yang tinggi yakni mencapai 55,95%. Namun, Jepang saat ini menghadapi tantangan demografis yang serius dengan banyaknya jumlah lansia. Karena hal tersebut, pemerintah negara ini memberi perhatian khusus bagi keberlanjutan warganya seperti dengan program National Health Insurance dan program pensiun publik.
Selain pelayanan bagi para lansia, infrastruktur dan transportasi di Jepang juga sangat maju dan terdepan. Salah satunya adalah sistem kereta api cepat yang menjadi contoh dari banyak negara. Keamanan dan kenyamanan ruang publik juga diperhatikan, sehingga tingkat kejahatan di Jepang juga terbilang rendah.
3. Denmark
Selanjutnya adalah negara Denmark yang menetapkan tarif pajak penghasilan sebesar 55,9%, sedikit mirip dengan Jepang. Namun, pajak ini sangat dimaksimalkan untuk membangun sistem kesejahteraan sosial bagi warganya. Salah satunya adalah program tunjangan bagi pengangguran. Jadi, meskipun tidak memiliki pekerjaan, masyarakatnya masih bisa memiliki hidup yang layak sembari mencari pekerjaan baru. Selain pengangguran, Denmark juga memberikan jaminan hari tua dan perawatan lansia yang berkualitas.
Sementara di ranah pendidikan, pemerintah negara ini menetapkan biaya pendidikan yang terjangkau dan juga pemberian tunjangan hidup bulanan bagi mahasiswa. Fasilitas publik pun dikelola dengan baik, mulai dari taman kota, jalur pesepeda, transportasi umum, bahkan pusat komunitas publik. Masyarakatnya pun tak perlu khawatir karena pemerintah menyediakan layanan yang transparan dan responsif bagi kebutuhan masyarakatnya. Tak heran Denmark termasuk dalam negara dengan tingkat korupsi yang sangat rendah, yakni 90 dari 100 poin. Patut dicontoh nih oleh pemerintah Indonesia.
4. Belanda
Belanda juga termasuk deretan negara dengan pajak yang cukup tinggi khususnya di antara negara Eropa lainnya, yakni 49,5%. Tarif pajak yang tinggi ini dimaksimalkan oleh pemerintahnya untuk beragam sektor kebutuhan masyarakat. Seperti jaringan transportasi yang efisien hingga sistem asuransi kesehatan yang berkualitas. Meskipun dikenakan pajak yang tinggi, namun pemerintah menerapkan sistem digitalisasi pajak dan pemungutan pajak yang transparan. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terhadap penyalahgunaan uang pajak.
Pendidikan di negara ini juga terjangkau dan sangat memperhatikan tingkat kesejahteraan anak anaknya. Bahkan menurut laporan UNICEF di tahun 2025 ini, anak-anak Belanda dinilai sebagai anak-anak yang bahagia karena tingginya tingkat kesejahteraan hidup mereka. Selain anak-anaknya, tingkat pengangguran di Belanda juga terhitung rendah sehingga menunjukkan kemakmuran dan kualitas hidup masyarakatnya.
5. Swiss
Negara bak dongeng ini juga ternyata menetapkan tarif pajak yang cukup tinggi lho, yakni sebesar 40%. Meskipun begitu, ekonomi di negara ini stabil dan makmur sehingga juga mempengaruhi stabilitas finansial warganya. Sistem kesehatan di Swiss juga berkualitas dengan akses yang mudah ke layanan kesehatan.
Pendidikan juga menjadi fokus perhatian pemerintahnya demi memberikan kesetaraan akses pendidikan. Jaminan sosial yang kuat juga menghasilkan lingkungan yang nyaman dan aman. Jika bermain ke Swiss, kamu akan disuguhkan oleh pemandangan yang memukau dengan rumah-rumah yang juga sederhana. Hal ini karena fokus dari pemerintah bukan pada kemewahan melainkan memastikan semua orang setara dalam memiliki kehidupan yang layak. Sangat berbeda ya dengan Indonesia yang masih belum mencapai kesejahteraan yang merata.
6. Singapura
Bergeser sedikit ke negara tetangga, Singapura merupakan negara maju di Asia Tenggara yang terkenal dengan tingkat kesejahteraan warganya yang tinggi. Dengan tarif pajak sebesar 21,32%, pemerintah Singapura berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan sehingga menghasilkan masyarakat yang terampil dan tetap kompetitif di tingkat global. Mereka juga memperkuat sistem sosial dari tingkat paling kecil yakni keluarga, salah satunya adalah dengan kebijakan tabungan khusus bagi anak baru lahir dan perkembangan anak.
Meskipun biaya hidup di Singapura terbilang tinggi, namun ekonomi di negara ini sangat maju dan menjadi pusat perdagangan terkemuka di Asia. Upah pekerja juga tinggi dan didukung dengan peningkatan keterampilan bagi para pekerjanya. Negara juga memfasilitasi penyediaan lapangan tenaga kerja dan pelatihan khusus termasuk bagi penyandang disabilitas agar siap memasuki dunia kerja.
7. Uni Emirat Arab
Jika beberapa negara dikenakan pajak yang tinggi, berbeda dengan Uni Emirat Arab yang tarif pajak penghasilannya 0%. Negara ini memang termasuk negara yang maju tanpa mengandalkan pajak penghasilan warganya. Hal ini karena pendapatan negara berasal dari industri minyak dan gas sehingga menjadikan Uni Emirat Arab sebagai negara yang kaya. Selain itu, juga didukung dari investasi pariwisatanya yang tidak pernah padam.
Sistem pengelolaan dana negara ini juga efisien dan dapat membiayai pembangunan infrastruktur modern serta layanan publik. Pemerintah juga memberikan subsidi bagi warga berupa listrik, air, perumahan, dan layanan modern.
Dari sini kita bisa belajar, ternyata bukan soal tarif pajaknya tetapi bagaimana uang pajak itu dikelola dengan transparan untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi, sebelum iri dengan negara-negara tadi, mungkin yang lebih penting adalah berbenah pada tata kelola dan memberantas korupsi yang menjadi PR besar negara Indonesia. (kdk)