INDONESIA - Setelah tiga hari melakukan pencarian intensif, tim SAR berhasil menemukan lokasi helikopter Eastindo Air yang hilang di hutan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Dari delapan penumpang yang hilang, satu jenazah ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan, sementara tujuh lainnya masih dinyatakan hilang.
Dilansir dari APNews.com Helikopter tipe Airbus BK117 D-3 itu hilang kontak dengan pengendali lalu lintas udara hanya delapan menit setelah lepas landas dari Kotabaru menuju Palangkaraya di Kalimantan Tengah.
Kiriman di dalam helikopter tersebut terdiri dari satu pilot, satu engineer, dan enam penumpang, termasuk tiga warga negara asing: dari Amerika, Brasil, dan India.
Lebih dari 200 personel gabungan dari kepolisian, militer, lembaga lokal, serta relawan diterjunkan untuk operasi pencarian, dengan dukungan lima helikopter penyapu. Namun kondisi hutan yang lebat, cuaca buruk, dan gelapnya malam hari masih menjadi kendala utama dalam operasi evakuasi dan identifikasi korban.
Yudhi Bramantyo, Direktur Operasional BASARNAS, menyatakan bahwa bangkai helikopter terlihat terbakar dan rusak berat. Tim SAR berencana membongkar struktur pesawat secara hati-hati untuk memastikan jumlah penumpang yang berada di dalamnya.
Insiden ini menjadi pengingat betapa sulit dan berbahayanya operasi SAR di wilayah hutan tropis Indonesia, apalagi saat cuaca dan medan menghambat akses.
Tim kini tengah bersiap memasuki fase evakuasi lanjutan dengan mengerahkan tim darat lebih besar ke lokasi untuk membantu proses identifikasi dan tindakan berikutnya. (cj)
Editor : A. Nugroho