Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lestarikan Kerajinan Gerabah lewat Festival Gerabah di Pasar Krempyeng Kota Malang

A. Nugroho • Minggu, 7 September 2025 | 20:50 WIB
TAHUN KETIGA: Beberapa produk dari warga Kelurahan Penanggungan ditampilkan dalam Festival Gerabah di Pasar Krempyeng, kemarin.
TAHUN KETIGA: Beberapa produk dari warga Kelurahan Penanggungan ditampilkan dalam Festival Gerabah di Pasar Krempyeng, kemarin.

 

MALANG KOTA - Eksistensi kerajinan gerabah di Kota Malang semakin menyusut. Jumlah perajinnya terus berkurang karena belum ada regenerasi. Agar kerajinan itu tidak menghilang, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen menggelar event bertajuk 'Festival Gerabah di Pasar Krempyeng' di Jalan Banten pada 6 sampai 7 September.

 

Ada berbagai macam kegiatan yang digelar selama dua hari di Festival Gerabah di Pasar Krempyeng. Mulai dari workshop membuat kerajinan gerabah, lomba, pentas seni, hingga deretan UMKM. Plt Lurah Penanggungan Amanullah Abror menjelaskan, itu merupakan kali ketiga pihaknya menggelar festival. 

 

Pada festival ketiga, warga mengusung tema peringatan Kemerdekaan dan Nasionalisme. Ada unsur tradisional yang dimasukkan di dalamnya. ”Kalau yang pertama pada 2023, tapi belum begitu masif,” kata dia, kemarin (6/9). Amulloh melihat bahwa potensi dari Kampung Gerabah Penanggungan masih bisa dikembangkan lagi. 

 

Karena itu, pihaknya kembali menggelar festival pada dua tahun berikutnya. Pihaknya ingin agar potensi Kampung Gerabah Penanggungan tetap dikenal masyarakat Kota Malang. Selama ini, perajin yang ada di Kampung Gerabah tersisa lima orang. 

 

Ditambah dengan lima UMKM. ”Penjualan produk mereka pun baru dilakukan di rumah, belum sampai keluar,” imbuh Amanulloh. Padahal, produk milik warga cukup bermacam-macam. Mulai pot, celengan ayam, hingga celengan yang dimodifikasi dengan gambar kartun. Amanulloh menarget ke depan pemasaran gerabah bisa semakin meningkat.

 

Agar masyarakat semakin mengenal kerajinan gerabah, pihaknya juga menggelar workshop. Sehingga masyarakat yang datang bisa melihat langsung proses pembuatan gerabah yang dilakukan para perajin.

 

Tak hanya workshop, produk gerabah juga dijual untuk umum. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu. ”Kalau masyarakat ingin membeli, bisa menukar dengan kupon yang berbentuk uang kepeng,” terang Amanulloh.


Ada pula penampilan seperti musik hingga bantengan. Penampilan maupun UMKM ada yang berasal dari warga setempat. ”Kami memang meminta agar warga dari 8 RW di Kelurahan Penanggungan mengirimkan perwakilan untuk terlibat dalam festival,” tandas Amanulloh. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#pasar #september #Festival #malang #kota #work