Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

13 Ton Komoditas Bahan Pokok Murah Diserbu Warga

Mahmudan • Senin, 8 September 2025 | 18:51 WIB
SERBA MURAH: Berbagai komoditas dengan harga supermurah tersedia di kantor Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru kemarin (9/7). Bahan pokok yang paling banyak buru warga adalah beras jenis SPHP
SERBA MURAH: Berbagai komoditas dengan harga supermurah tersedia di kantor Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru kemarin (9/7). Bahan pokok yang paling banyak buru warga adalah beras jenis SPHP

MALANG KOTA – Harga beras masih tinggi, namun warga bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau. Caranya, datang saja ke pasar murah. Kemarin (7/9), pasar murah yang menjadi bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) itu digelar di kantor Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi mengatakan, GPM digelar bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas). Kegiatan tersebut menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga lebih murah. Mulai beras SPHP, beras premium, gula, telur, hingga minyak goreng. "Kalau ditotal, ada sekitar 13 ton yang kami keluarkan," kata Slamet di sela mengawasi pasar murah kemarin.

Dia mengatakan, komoditas paling banyak yang disediakan adalah beras SPHP, yakni 11 ton. Kemudian disusul beras premium 1,5 ton, 100 kilogram telur, 100 kilogram gula, tepung, garam, hingga 300 liter minyak goreng.

Slamet melanjutkan, ada pula bahan pokok berupa hasil tani Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki dari Kelurahan Merjosari. "Yang dibawa juga banyak seperti 10 kilogram cabai kecil. Lalu ada 10 kilogram cabai besar, 50 kilogram tomat, 100 kilogram jeruk, dan kentang," sambung dia.

Slamet mengatakan, animo warga yang menyerbu kantor Kelurahan Tunggulwulung untuk membeli bahan pokok cukup tinggi. Sejak dibuka pukul 08.00 sampai 09.30, ada banyak bahan pokok yang diborong warga. Namun yang paling laku keras adalah beras. Karena itu, pemkot sempat menambah pasokan beras yang dikirimkan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berharap GPM bisa membantu warga. Sebab dari survei yang dia lakukan, harga bahan pokok masih tinggi. "Terutama untuk harga beras. Selisihnya antara Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu dengan pasar," ungkapnya.

Namun dengan GPM, dia melanjutkan, bahan pokok yang dijual lebih terjangkau. Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol Rp 57.500. Sedangkan beras premium berkisar Rp 71.500 sampai Rp 74.500 untuk kemasan 5 kilogram.

Demikian pula dengan harga cabai. Sejak seminggu lalu, terdapat kenaikan hingga Rp 5 ribu per kilogram,. Sementara yang dijual di GPM hanya Rp 30 ribu untuk cabai besar dan cabai kecil 1 kilogram Rp 25 ribu.

Wahyu menambahkan, selama September ini masih ada GPM di kecamatan lain. "Ada sebanyak sembilan GPM lagi yang akan diadakan di kecamatan lain selain Lowokwaru," tegasnya.

Salah satu warga yang ikut GPM, Yuliana, mengaku bersyukur. Sebab dia mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah. "Ini saya sampai borong 2 kantong beras kemasan masing-masing 5 kilogram, 1 kilogram kentang, minyak ukuran 2 liter, dan 2 kilogram gula," kata dia.(mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#SPHP #bulog #dispangtan #gpm #Kota Malang