KEPANJEN - Salah satu pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yakni untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Seperti kemarin (8/9), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan giling rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT). Pelatihan tersebut digelar di Hotel Grand Miami, Kecamatan Kepanjen.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang M. Nur Fuad Fauzi menyampaikan, pelatihan tersebut sudah digelar sebanyak delapan kali. Masing-masing pelatihan ada 50 peserta. Sehingga jika ditotal, sudah ada 400 peserta yang sudah mengikuti pelantikan tersebut. “Sebelumnya, memang sudah 350 peserta yang kami latih dan semuanya sudah diterima masuk di industri tembakau,” ucap Fuad setelah membuka pelatihan kemarin.
Dia menyebut, pelatihan tersebut akan dilaksanakan 10 kali. Setiap pelatihan akan ada evaluasi.
“Karena memang tidak hanya pelatihan giling. Ada juga aspek manajemen untuk meningkatkan performa industri tembakau di Kabupaten Malang,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, peserta pelatihan mayoritas belum memiliki pengalaman melinting rokok. Sehingga mereka diajari oleh pemateri dari PT Gudang Baru Berkah. Mulai dari pengenalan alat, cara pengaturan alat, hingga melinting rokok dengan baik dan benar. Alat-alat pun sudah disediakan. Mulai dari alat linting, tembakau, hingga lem.
Dia juga menyebut, tahun ini, disperindag memperoleh Rp 2,5 miliar dari DBHCHT. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai pelatihan, penegakan hukum, hingga pendataan mesin-mesin linting. “Kami berharap, pelatihan ini bisa berimbas terhadap peningkatan industri hasil tembakau di Kabupaten Malang. Jika produksi meningkat, DBHCHT juga akan meningkat,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT Gudang Baru Berkah Fariz Ash Siddiq menyampaikan terdapat berbagai materi yang disampaikan. Seperti dasar-dasar penggilingan SKT dan diameter rokoknya. “Rokok yang beredar itu kan punya standar masing-masing. Dan alhamdulillah karena trainernya dari kami, jadi bisa langsung tahu bagaimana standar kami,” kata Fariz.
Pelatihan tersebut merupakan batch kedua yang dilaksanakan PT Gudang Baru Berkah dan 50 orang yang mengikuti akan direkrut sebagai karyawan. Pada pelatihan yang pertama, pihaknya sudah merekrut 50 orang. (kominfokabmalang/yun)
Editor : A. Nugroho