MALANG KOTA - Persiapan operasional bus Trans Jatim di Malang Raya terus bergulir. Saat ini, Pemprov Jatim masih menyusun rute yang akan dilalui bus. Mereka juga melakukan penjajakan kepada sopir angkot. Pemprov menarget Bus Trans Jatim bisa mengaspal mulai November mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono mengatakan, pihaknya berencana membangun tiga koridor bus di Malang Raya. ”Namun pada tahap awal ini baru satu koridor dulu. Untuk jumlah armadanya ada 15 bus,” kata dia, kemarin (9/9).
Ditanya terkait lokasi koridor dan rute-rute yang akan dilalui, Nyoto mengaku bahwa sampai saat ini masih dalam proses penyusunan. Sekarang, pihaknya masih fokus dengan koridor di Lamongan. Selain menyusun skema, pihaknya juga sedang mempersiapkan kebutuhan pendukung bus Trans Jatim di Malang Raya.
Seperti pengadaan bus yang rencananya akan bekerja sama dengan salah satu karoseri di Malang. Lalu mempersiapkan dua terminal, yakni Landungsari dan Hamid Rusdi. Dua terminal di Malang itu rencananya akan menjadi tempat naik maupun turunnya penumpang. Agar penumpang nyaman, dishub berencana menambah fasilitas di dua terminal itu secara bertahap.
Nyono menambahkan, selain Malang Raya, bus Trans Jatim rencananya juga akan mengaspal di daerah lain. Seperti di Madiun, Kediri, dan Bojonegoro. Rute di daerah-daerah itu rencananya dibahas pada 2026. Secara umum, penambahan bus Trans Jatim di beberapa daerah dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat. Apalagi sekarang okupansi bus cukup tinggi. ”Untuk penumpang bus setiap hari sekarang di angka 22 ribu orang,” imbuh pejabat eselon IIA Pemprov Jatim itu.
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang Dishub Provinsi Jatim M. Binsar Garchah Siregar menambahkan, pihaknya sudah mendengar bahwa Terminal Landungsari dan Terminal Hamid Rusdi akan digunakan untuk mengangkut penumpang bus Trans Jatim. Meski begitu, dia belum bisa berkomentar banyak.
”Untuk tahap awal sepertinya belum ada perubahan yang signifikan. Kami masih menunggu dari bidang angkutan seperti apa,” ucap Binsar. Saat ini, dua terminal masih beroperasi seperti biasa. Salah satunya di Terminal Hamid Rusdi. Masih ada angkutan yang melayani beberapa rute seperti Malang - Dampit, Malang - Lumajang, dan angkutan desa. (mel/by)
Editor : A. Nugroho