Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Event Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) Jilid Empat Digelar Lima Hari

Bayu Mulya Putra • Rabu, 10 September 2025 | 17:12 WIB

 

LEBIH LAMA: Tari Gambyong dibawakan anak-anak dari Kelurahan Gadingkasri, Klojen sebagai penanda pembukaan event Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) keempat, kemarin.
LEBIH LAMA: Tari Gambyong dibawakan anak-anak dari Kelurahan Gadingkasri, Klojen sebagai penanda pembukaan event Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) keempat, kemarin.

MALANG KOTA - Klampok Kasri Jaman Biyen (KJB) kembali hadir untuk yang keempat kalinya. Tahun ini, kegiatannya berlangsung pada 3 September sampai 13 September mendatang. Konsepnya tetap mengusung kampung zaman dulu dengan berbagai kesenian dan UMKM lokal.

Ketua Pelaksana KKJB Jilid 4 Agus Riyanto menjelaskan, kegiatan berlangsung di RW 2 Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen. Melibatkan 11 RT yang ada di RW 2 Kelurahan Gadingkasri. ”Untuk persiapan acara ini sudah sejak tiga bulan yang lalu,” kata dia, kemarin (9/9).

Selama kegiatan, Agus menyatakan ada 110 stan UMKM. Mulai kuliner tradisional seperti kue tradisional sampai kerajinan-kerajinan yang disediakan oleh warga maupun UMKM di luar RW 2 Kelurahan Gadingkasri. Untuk menambah nuansa lokal, panitia yang berjumlah 50 orang juga menggunakan busana tradisional. Seperti kebaya bagi perempuan dan kebaya lurik untuk laki-laki.

Kemudian ada penampilan bernuansa kebudayaan. Antara lain tari kolosal yang ditampilkan oleh 50 orang, bantengan yang ditampilkan empat kelompok, fashion show daur ulang, serta karawitan-gamelan. ”Setiap hari juga ada penampilan yang berganti-ganti seperti banjari, terbang jidor, dan musik jalanan,” imbuh Agus.

Dia berharap, KJB Jilid 4 bisa meningkatkan perekonomian lokal. Tahun lalu, dia menyebut bahwa perputaran uangnya mencapai Rp 226 juta selama empat hari. ”Karena sekarang pelaksanaannya selama lima hari, kami harap perputaran ekonomi bisa lebih meningkat,” tegas dia. Demikian pula dengan kebudayaan, sebab kebudayaan yang diangkat adalah dari warga, Agus berharap bisa lebih dikenal oleh warga lain di luar Kelurahan Klampok Kasri. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#jilid 4 #UMKM Lokal #kjb