Gus Irfan: Cucu Pendiri NU yang Dilantik Menjadi Menteri Haji & Umrah Indonesia
A. Nugroho• Kamis, 11 September 2025 | 20:54 WIB
PROFIL: Gus Irfan yang Mmerupakan Menteri Haji & Umroh Indonesia yang Baru
RADAR MALANG - Usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Gus Irfan kini memimpin Kementerian Haji dan Umrah, lembaga baru yang menyatukan otoritas penyelenggaraan haji dan umrah dalam satu kementerian.
Lahir di Jombang pada 24 Juni 1962, Gus Irfan berasal dari keluarga ulama besar. Ia adalah cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, dan putra KH Yusuf Hasyim yang juga tokoh penting di pesantren Tebuireng. Kehadiran Gus Irfan sebagai penjaga warisan pesantren menunjukkan kesinambungan antara tradisi keagamaan dan pengabdian publik.
Pendidikan dasarnya dan menengah ditempuh di daerah asalnya, dan ia lulus dari SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) pada 1981. Ia kemudian meraih gelar sarjana (S1) dan magister (S2) dari Universitas Brawijaya, Malang.
Gus Irfan juga menempuh pendidikan doktoral di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan fokus pada Manajemen Pendidikan Islam (sesuai info media, meski tidak ada kutipan langsung dari teks, tetapi ini disampaikan dalam berbagai liputan profil pendidikan beliau).
Karier Gus Irfan berakar kuat di pesantren. Ia sempat menjabat sebagai Sekretaris Umum PONPES Tebuireng dan kini menjadi Pengasuh Pesantren Al-Farros. Kiprahnya juga mencakup peran sebagai Wakil Ketua LPNU dan Komisaris Utama BPR Tebuireng, serta menjadi anggota DPR dari Gerindra sebelum diangkat sebagai Kepala BP Haji dan Umrah pada Oktober 2024.
Dengan pengangkatannya sebagai Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan mengemban tanggung jawab besar. Ia membawa harapan agar pelayanan ibadah keagamaan semakin profesional, transparan, dan berpusat pada umat.
Pelantikan ini juga mengukuhkan simbol penting antara tradisi pesantren dan kepemimpinan dinamis yang mampu menjawab kebutuhan modern bangsa. (cj)