”Lek dadi pejabat kudu jogo sikap karo ilat. Sepisan keliru iso ndlereng nangdi-nangdi,”
RADAR MALANG - Istilah ini biasa digunakan sebagai kalimat umpatan. Ndelereng bermakna hinaan kepada seseorang yang kurang fokus dalam berjalan atau berkendara. Berdasar sejumlah referensi, ndelereng berasal dari kata deler atau ndele. Artinya yakni melirik.
”Ndelereng sendiri artinya tidak fokus sesuai pandangan mata atau tidak memperhatikan jalan,” kata Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati. Istilah tersebut kerap terdengar apabila terjadi sebuah kecelakaan. Baik kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan ringan.
”Bisa juga terdengar kalau misalnya salah jalan atau salah tempat tujuan,” imbuhnya. Dia memperkirakan bahwa kosakata itu mulai familiar pada 1960-an. Kata itu juga sudah menyebar ke seluruh wilayah Arekan di Jawa Timur. Seperti di Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, dan Mojokerto.
Ada beberapa kosakata serupa yang biasa digunakan di Malang Raya. Seperti picek, kiyer, bidok, dan kero. Semua ditujukan sebagai kalimat umpatan untuk seseorang yang pandangannya kurang fokus. (biy/by)
Editor : A. Nugroho