Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UB Forest Berencana Kembangkan Wisata Forest Healing

A. Nugroho • Rabu, 24 September 2025 | 17:28 WIB
FORUM BERSAMA: UB Forest terus berinovasi dalam memanfaatkan kawasan hutan pendidikan.
FORUM BERSAMA: UB Forest terus berinovasi dalam memanfaatkan kawasan hutan pendidikan.

KARANGPLOSO – UB Forest terus berinovasi dalam memanfaatkan kawasan hutan pendidikan, salah satunya melalui konsep forest healing atau wisata penyembuhan berbasis alam.

Konsep ini memadukan pemanfaatan jasa lingkungan hutan dengan pendekatan kesehatan dan rekreasi. Sehingga tidak hanya bermanfaat bagi pasien tetapi juga masyarakat sehat yang ingin meningkatkan kualitas hidup.

Dr. Mochammad Roviq, S.P., M.P., Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan UB menjelaskan bahwa forest healing merupakan bentuk sinergi antara pengelolaan hutan dan dunia medis, khususnya dengan fakultas kedokteran. Untuk memanfaatkan udara segar, keasrian lingkungan, serta potensi terapi alami dari hutan.

“Konsep ini bukan hanya untuk orang sakit, tetapi juga bagi yang sehat agar dapat menjaga kebugaran tubuh sekaligus menenangkan pikiran melalui interaksi langsung dengan hutan,” jelas Dr. Roviq.

Berbagai kegiatan telah dikembangkan untuk mendukung forest healing, mulai dari trekking dengan jalur terukur, terapi pernapasan di kawasan hutan, hingga kegiatan keluarga yang mengedepankan suasana hijau dan alami.

Sebelumnua UB Forest juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga berbasis alam, salah satunya Malang Trail Run di kawasan Gunung Arjuno beberapa waktu lalu. Lintasan yang ada di UB Forest berada di ketinggian 1.100–1.200 mdpl.


Selain menghadirkan wisata berbasis kesehatan, UB Forest juga memiliki program untuk menjaga kelestarian tanaman langka. Melalui kerja sama dengan Forum Pohon Langka Indonesia (FLPI), UB Forest aktif menanam serta merawat pohon-pohon langka yang masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Koordinator KJF Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan UB Forest, Rifqi Rahmat Hidayatullah, S.Hut., M.Si, menyebutkan bahwa pelestarian pohon langka tidak hanya penting untuk konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga menyimpan potensi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pangan, hingga kesehatan.

“UB Forest menawarkan dua skema, yaitu Adopsi Pohon Langka dan Adopsi Area Pohon Langka. Melalui program ini, individu maupun lembaga dapat berpartisipasi langsung dalam upaya penyelamatan keanekaragaman hayati,” ujar Rifqi.

Menurutnya, hilangnya satu jenis pohon langka bukan hanya mengurangi kekayaan alam, tetapi juga menghilangkan peluang berharga dalam bidang medis dan penelitian. Oleh karena itu, UB Forest memandang penyelamatan pohon langka sebagai investasi bagi masa depan generasi mendatang.

Editor : A. Nugroho
#hutan #alam #UB #Wisata