Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konflik Tetangga di Malang yang Viral: Dosen UIN vs Pemilik Rental Mobil

A. Nugroho • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:09 WIB
KONFLIK MEMANAS: Inilah Penyebab Viralnya Konflik Antar Tetangga di Malang  yang Sedang Memanas di Tiktok
KONFLIK MEMANAS: Inilah Penyebab Viralnya Konflik Antar Tetangga di Malang yang Sedang Memanas di Tiktok

RADAR MALANG - Di sebuah perumahan yang biasanya tenang di kawasan Joyogrand, Kota Malang, suasana tiba-tiba berubah ricuh. Dua tetangga yang sebelumnya hidup berdampingan, kini terjebak dalam konflik yang tak hanya menjadi konsumsi warga sekitar, tapi juga menyebar luas di media sosial. Mereka adalah Imam Muslimin, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dikenal banyak mahasiswa sebagai sosok ramah, dan Nurul Sahara, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik usaha rental mobil.

Awalnya, masalah mereka terdengar sederhana terkait urusan parkir. Sahara yang mengelola usaha rental mobil sering memarkir armadanya di depan rumah Yai Mim, sapaan akrab Imam Muslimin. Hal itu membuat akses keluar-masuk terasa terganggu. Yai Mim kemudian berinisiatif merapikan area depan rumah yang disebut tanah wakaf agar bisa dimanfaatkan bersama. Namun, ketika biaya perbaikan dibicarakan, Sahara menolak ikut menanggung.

Perbedaan pandangan inilah yang kemudian menjadi bara kecil. Sayangnya, alih-alih padam, bara itu justru membesar. Suatu hari, sebuah video memperlihatkan keributan mereka beredar luas. Dalam rekaman, terlihat Yai Mim yang jatuh dan berguling di tanah. Potongan singkat itu langsung memantik berbagai komentar pedas. Banyak netizen yang tergesa-gesa menyimpulkan tanpa tahu cerita utuh di baliknya.

Sahara pun mengunggah kisah versinya di TikTok. Ia menceritakan bagaimana usaha rentalnya jadi terdampak, pelanggan merasa enggan datang karena suasana tidak nyaman. Dari sini, warganet semakin ikut campur, seakan menjadi hakim di dunia maya.

Konflik ini ternyata lebih berat dari sekadar adu argumen. Yai Mim, yang sehari-hari mengajar mahasiswa, harus menelan pil pahit karena pihak kampus menonaktifkan sementara aktivitas mengajarnya. Di sisi lain, Sahara menghadapi tekanan sosial karena usahanya jadi bahan cibiran.

Lebih memilukan, keluarga Yai Mim dikabarkan menerima surat pengusiran dari lingkungannya. Mereka sempat harus tinggal di hotel untuk mencari ketenangan. Hal ini menunjukkan betapa konflik antar tetangga bisa berdampak luas, bahkan menghantam kehidupan keluarga dan pekerjaan.

Kasus ini menyadarkan kita bahwa viral tidak selalu membawa kebaikan. Satu video yang dipotong sebagian bisa mengubah citra seseorang. Netizen yang belum tahu duduk persoalan sering buru-buru menghakimi. Padahal, di balik layar, ada keluarga, ada anak-anak, ada orang-orang yang ikut menanggung beban mental.

Di balik sosok dosen, Yai Mim hanyalah manusia biasa yang ingin hidup tenang bersama keluarganya. Begitu pula Sahara, seorang ibu yang berusaha mencari nafkah lewat usahanya. Namun ketika masalah pribadi mereka masuk ke ruang publik, keduanya sama-sama merasakan getirnya sorotan massa.

Kisah Yai Mim dan Sahara bukan sekadar cerita viral. Ini adalah potret nyata kehidupan bahwa manusia bisa salah, bisa tersulut emosi, dan bisa salah dipahami. Tapi dari sini juga kita belajar, pentingnya bijak dalam bermedia sosial dan memilih jalan damai dalam menyelesaikan persoalan. Karena pada akhirnya, setiap orang hanya ingin satu hal hidup tenang bersama keluarganya.

 

Editor : A. Nugroho
#rental mobil #Dosen UIN #malang