Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenang Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka yang Masih Membekas di Hati Masyarakat Indonesia

A. Nugroho • Rabu, 1 Oktober 2025 | 23:28 WIB

Ilustrasi stadion bola
Ilustrasi stadion bola

RADAR MALANG – Tepat 1 Oktober 2025, genap tiga tahun sejak tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan melukai lebih dari 500 penonton. Peristiwa kelam ini masih menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, masyarakat Malang, dan seluruh pecinta sepak bola Indonesia.

Peringatan tiga tahun tragedi digelar dengan doa bersama di berbagai tempat, termasuk di lingkungan Arema FC dan komunitas suporter. Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara, menandakan bahwa luka akibat peristiwa itu belum benar-benar sembuh.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Kekacauan pecah setelah laga berakhir, dan penggunaan gas air mata di dalam stadion memicu kepanikan massal. Ribuan orang berdesakan menuju pintu keluar yang sebagian tertutup, hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Sejak kejadian itu, berbagai evaluasi dilakukan terhadap standar keamanan stadion dan penyelenggaraan pertandingan. Stadion Kanjuruhan sendiri sempat ditutup total dan direnovasi.

Pada Maret 2025, stadion tersebut diresmikan kembali dengan fasilitas serta pengamanan yang lebih memadai. Meski begitu, tragedi ini tetap menjadi peringatan penting bahwa keselamatan penonton harus selalu menjadi prioritas utama.

Bagi masyarakat Malang, setiap tanggal 1 Oktober bukan hanya sekadar tanggal dalam kalender, melainkan hari untuk mengenang dan mendoakan para korban. Tiga tahun telah berlalu, namun bayang-bayang Kanjuruhan masih membekas kuat dan menjadi pengingat agar dunia sepak bola Indonesia lebih manusiawi, aman, dan bermartabat. (gg)

Editor : A. Nugroho
#Tragedi Kanjuruhan #3 tahun tragedi kanjuruhan