PONCOKUSUMO - Belum semua mobil jip wisata Bromo menjalani ramp check. Dari total 450 unit yang beroperasi, baru 260 unit yang sudah menjalani pengecekan kelayakan kendaraan. Sisanya, masih dijadwalkan untuk menjalani di Satlantas Polres Malang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.
Seperti diketahui, ramp check untuk mobil segala medan tersebut sudah dilakukan pada 30 September sampai 1 Oktober lalu di Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kabupaten Malang di Karanglo, Singosari. Selama dua hari tersebut, ada 260 kendaraan bermerek Toyota Land Cruiser yang diperiksa.
Yang dicek yakni sistem pengereman, rangka mobil, lampu, dan emisi. ”Hasil temuan kami dua hari itu, sebanyak 10 persen dari total kendaraan bermasalah dengan sistem pengeremannya,” kata Kepala UPT PKB Dishub Kabupaten Malang Dani Setiyawan.
Artinya, ada sekitar 26 kendaraan yang dinyatakan kurang layak oleh petugas. Untuk emisi, lampu, rangka, dan mesin, petugas tidak mendapati masalah. ”Bagi yang mendapati masalah itu, kami minta untuk segera diperbaiki atau dibawa ke bengkel. Mereka menyanggupi,” tambah Dani.
Kegiatan ramp check itu merupakan langkah awal untuk memperbaiki pelayanan sewa jip menuju kawasan wisata ikonik di Jawa Timur tersebut. Dalam hal ini, untuk keperluan proteksi asuransi Jasa Raharja bagi para penumpang yang selama ini hanya ter-cover dari gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Coban Trisula, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo menuju Gunung Bromo.
Akan tetapi, angka yang sudah diuji kelayakannya belum menyeluruh. ”190 anggota lainnya akan mengikuti uji kelayakan tersebut,” kata Ketua Paguyuban Jip Bromo Tengger Semeru Wilda Hangga P. Dia mengaku masih menunggu jadwal kegiatan ramp check berikutnya.
Pihak paguyuban juga masih mengumpulkan kembali siapa-siapa yang belum mengikutinya. (biy/by)
Editor : A. Nugroho