KEPANJEN – Realisasi pajak restoran atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman (mamin) menunjukkan tren positif. Meski targetnya mengalami kenaikan saat Perubahan APBD, Pemkab Malang sepertinya bisa memenuhinya.
Untuk diketahui, sebelumnya pajak restoran ditarget Rp 18,21 miliar. Dalam perubahan APBD, nilainya dinaikkan menjadi Rp 18,77 miliar. Sejauh ini, capaiannya menjadi yang tertinggi kedua setelah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, memastikan pihaknya selalu memantau laporan dari Wajib Pajak (WP). “Dari data kami, pajak restoran sudah terealisasi Rp 16,95 miliar atau tercapai 90,3 persen. Jadi kurang Rp 1,82 miliar saja untuk mencapai target,” ucapnya.
Realisasi tersebut terbilang ideal. Sebab, capaian masing-masing jenis pajak per bulan idealnya sekitar 8 persen. Bapenda juga terus melakukan pendekatan kepada pemilik usaha restoran untuk tertib membayar pajak.
Tarifnya sebesar 10 persen dari harga produk yang dijual. Pajak tersebut diterapkan kepada usaha makanan maupun minuman yang memiliki peredaran usaha minimal Rp 3 juta per bulan. Hal tersebut juga untuk mendukung pertumbuhan UMKM di bidang kuliner.
Ketentuan itu sesuai dengan Pasal 21 Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). “Kami juga memasang alat Sistem Monitoring Pajak Daerah (Simoni). Semua transaksi masuk di alat tersebut,” tambah Made.
Aplikasi tersebut terpasang di kasir dan berfungsi menghitung pajak secara otomatis. Sehingga, pendapatan yang masuk dapat dipantau Bapenda secara real time.
Upaya lain untuk meningkatkan pajak restoran dilakukan melalui kolaborasi dengan Perangkat Daerah (PD) lain. Tujuannya supaya bisa mendatangkan pengunjung ke Kabupaten Malang. Sebab, semakin banyak pengunjung, pemasukan di restoran pun turut meningkat.
Dengan begitu, realisasi pajak daerah juga terimbas. Sebagai contoh, saat gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, realisasi pajak restoran juga ikut naik. “Kami optimistis bisa mencapai target pajak tersebut,” pungkasnya. (yun/by)