Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tuntas Sudah Korban Terakhir Pantai Modangan Ditemukan

Bayu Mulya Putra • Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:08 WIB
PENCARIAN DITUTUP: Petugas gabungan menemukan jenazah atas nama Muhammad Mahin, 18, di jarak satu mil dari bibir Pantai Modangan, kemarin pagi.
PENCARIAN DITUTUP: Petugas gabungan menemukan jenazah atas nama Muhammad Mahin, 18, di jarak satu mil dari bibir Pantai Modangan, kemarin pagi.

DONOMULYO - Tuntas sudah pencarian wisatawan yang hanyut pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo pada Minggu lalu (12/10). Korban terakhir bernama Muhammad Mahin, 18, ditemukan kemarin pagi (14/0). Temuan itu menandai ditutupnya operasi pencarian.

Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi mengatakan bahwa Mahin ditemukan pada pukul 07.15. ”Jenazah ditemukan mengapung di sebelah barat pantai. Jaraknya sekitar satu mil dari bibir Pantai Modangan,” terang dia.

Pukul 07.30, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Donomulyo untuk proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa jenazah itu adalah Mahin. Yoyok menyebut bahwa di jenazah korban didapati luka kulit mengelupas di kakinya. Diperkirakan, itu merupakan hasil dari gesekan dengan batu karang.

Yoyok mengatakan bahwa pada hari terakhir pencarian kemarin, petugas gabungan melakukan penyisiran cukup jauh. ”Kami sudah melakukan penyisiran sampai wilayah Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Baik susur darat maupun air,” ujar dia. Seperti diberitakan, Mahin adalah satu dari 27 orang rombongan Karang Taruna Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya yang berwisata ke Pantai Modangan pada Minggu pagi (12/10).

Empat orang, yakni Rinaldi Hidayat, 23, Rafi Naoufal, 26, Muhammad Mahin, 18, dan Muhammad Zulfikar Maulana , 23, hanyut ketika berenang di sana. Rinaldi meninggal dan dievakuasi pada hari yang sama. Zulfikar dinyatakan selamat. Sementara Rafi dan Mahin hilang pada Minggu itu.

Kades Sumberoto Budi Utomo mengatakan bahwa Pantai Modangan bukanlah pantai yang bisa dipakai untuk berenang atau hanya sekadar main air. ”Setiap hari ombaknya tinggi di sana. Pada hari itu juga para korban sudah diingatkan agar tidak main ke air, tapi tidak dihiraukan,” kata dia.

Budi menambahkan, sudah banyak papan peringatan ombak tinggi dan larangan berenang yang dipasang di pantai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar itu. ”Di pantai juga sudah ada 10 orang penjaga untuk memaksimalkan pengawasan. Tinggal selanjutnya kami harap pengunjung tidak menghiraukan larangan-larangan dari petugas kami,” tandas dia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #Tuntas #wisatawan #pencarian #pantai modangan