Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Sampai hari ini terdapat update bahwasannya harga sembako yang sedang naik adalah bawang merah dan bawang putih naik sebesar 0,52 persen, daging sapi naik sebesar 0,12 persen. Namun ada juga harga sembako yang turun yakni cabai keriting turun sebesar 1,33 persen, cabai rawit sebesar 1,25 persen, serta daging ayam kampung turun sebesar 1,75 persen.
Lantas apa yang menjadi faktor kenaikan dan penurunan dari sembako yang merupakan kebutuhan dasar hidup manusia? beberapa di antaranya adalah karena adanya permintaan yang meningkat namun penawaran tetap atau berkurang bisa menjadikan harga sembako naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga sembako bisa turun.
Selain itu, cuaca yang ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim juga turut mempengaruhi produksi pertanian. Seperti halnya kekurangan pasokan sumber daya akibat cuaca buruk bisa menyebabkan kenaikan harga.
Kebijakan impor, subsidi, pajak, maupun regulasi juga menjadi faktor dan mempengaruhi naik turunnya harga sembako. Selain itu, kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi yang juga turut mempengaruhi harga sembako.
Tak kalah penting untuk diperhatikan, permasalahan rantai distribusi, kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik juga bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman yang dapat mengakibatkan pada kurangnya pasok dan naiknya harga jual. (dbr)
Editor : A. Nugroho