RADAR MALANG - Tekanan mahasiswa di kampus ternyata bukan isapan jempol. Usai TAS, 22, mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali meninggal dunia usai melompat dari lantai 4 kampusnya, kini satu kasus serupa terjadi di Solo
Kali ini, korbannya adalah HPN, 21, mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta. Dia meninggal usai diduga melompat dari lantai 5 alias rooftop kampus.
Peristiwa nahas itu terjadi Jumat (17/10) siang tadi. Sekitar pukul 10.45, diduga HPN, naik ke rooftop gedung dengan memanjat pagar pembatas menggunakan kursi. Saat sudah di atas, HPN lantas melompat dan jatuh di area parkir
“Kursi yang digunakan korban sudah kami amankan sebagai barang bukti," ujar Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus melakukan penyelidikan atas meninggalnya warga Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. Termasuk mendalami latar belakang korban dari teman-teman dekat dan keluarganya. Namun dugaan sementara, almarhumah punya kecenderungan bipolar.
HPN sebenarnya sempat dilarikan ke RS UNS usai jatuh. Namun parahnya luka membuat nyawanya tak tertolong usai peristiwa bundir itu. "Korban meninggal di rumah sakit," imbuh Tugiyo.
Meninggalnya dua mahasiswa di dua kampus berbeda ini memang sangat memprihatinkan. Jagad maya pun riuh. Apalagi kampus yang selama ini dilihat sebagai tempat di mana seseorang belajar semakin dewasa, justru memperlihatkan kerentanan atas tekanan di sana.
Sebelumnya, TAS diberitakan meninggal usai melompat dari lantai 4 gedung FISIP Unud, Bali, Rabu lalu (15/10). Mahasiswa Unud yang dikenal aktif ini mendadak memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Mirisnya, usai kejadian itu, komentar sejumlah warganet di media sosial (medsos), justru seperti tak menunjukkan empati. Ejekan dan perundungan inilah yang membuat kampus mengambil langkah tegas. Terutama bagi mahasiswa terkait yang terbukti melakukan perundungan kepada almarhum. (*)
Editor : A. Nugroho