MALANG KOTA – Hujan yang mengguyur selama satu jam pada Selasa lalu (21/10) melahirkan 12 titik genangan baru. Hal itu mengindikasikan sulitnya penanggulangan banjir di Kota Malang. Sebab di saat titik lain teratasi, dalam waktu bersamaan muncul genangan baru.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Surya Adhi Nugraha mengatakan, titik genangan tersebar di lima kecamatan. ”Di Kecamatan Klojen ada genangan di Jalan IR Rais, Jalan Bareng Gang 2, area Pasar Kasin, Jalan Bukit Barisan, Jalan Ijen, dan Jalan Galunggung,” ujar Surya.
Ada pula genangan di kawasan Jalan Sebuku yang berbatasan antara Kelurahan Purwantoro dan Bunulrejo. Lalu di Kecamatan Sukun, genangan muncul di Jalan Sudanco Supriyadi, Jalan Candi, dan Jalan Terusan Dieng. Genangan lain juga muncul di Lowokwaru.
Tepatnya di dekat Jembatan Sudimoro, Mojolangu. Kedalaman rata-rata genangan sekitar 20 sentimeter. "Namun genangan sempat surut saat hujan terhenti sekitar pukul 13.00," sebut Surya.
Hujan dengan intensitas lebat kemudian kembali terjadi antara pukul 14.00 sampai menjelang pukul 16.00 dan masih terjadi hingga sore hari. Selain genangan, BPBD Kota Malang juga mencatat kenaikan air sungai di tiga titik.
Yakni pertemuan Sungai Brantas dengan Sungai Amprong di kawasan Jalan Muharto. Kemudian Sungai Brantas di Kelurahan Polehan. Satu lagi di Gang Sate yang dialiri Sungai Amprong.
"Kenaikan air itu salah satunya terlihat dari batu-batu besar di sungai yang tertutup air, tapi tidak terlalu mengkhawatirkan," sambung Surya. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Sebab ada potensi hujan masih terjadi pada beberapa hari ke depan. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho