Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Bailey Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara akan Dipasang Pekan Depan

A. Nugroho • Minggu, 2 November 2025 | 19:26 WIB
DARURAT: Pengendara sepeda motor harus menuntun kendaraannya saat melintasi jembatan bambu di Jalan Simpang Sulfat Utara kemarin (1/11)
DARURAT: Pengendara sepeda motor harus menuntun kendaraannya saat melintasi jembatan bambu di Jalan Simpang Sulfat Utara kemarin (1/11)

MALANG KOTA – Jalan Simpang Sulfat Utara akan bisa dilintasi kendaraan roda empat seperti sebelumnya. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan memasang jembatan bailey. Pemasangan jembatan darurat tersebut mulai pekan depan.

Seperti diberitakan, Jalan Simpang Sulfat Utara tak bisa dilintasi akibat fondasi Jembatan Sonokembang ambrol, awal Oktober lalu. Ruas jalan ditutup agar tidak membahayakan pengendara yang melintas. Sejak ditutup, warga memasang jembatan sementara berbahan bambu, namun hanya bisa dilintasi pejalan kaki sambil menuntun sepeda motor.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pinjaman jembatan bailey ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Karena jumlahnya terbatas, sehingga harus menunggu bergantian. ”Minggu depan jembatan sementara akan dipasang. Nanti bisa digunakan roda dua dan roda empat, tetapi masih terbatas. Dihitung berdasar kekuatan jembatan,” ujar Wahyu kemarin (1/11).

Untuk jembatan bailey, dia menekankan tidak ada biaya sewa. Tidak seperti yang digembar-gemborkan biaya sewa mencapai Rp 2 miliar. Pemkot tetap mengeluarkan biaya, tetapi untuk pengangkutan jembatan dan pemasangan. ”Merakit dan membawa ke sini (Kota Malang) tentu butuh biaya. Kami hanya mengeluarkan untuk itu. Jadi tidak benar sampai Rp 2 miliar," tegas Wahyu.

Akses sementara itu akan disewa selama delapan bulan. Tahun depan, Pemkot Malang juga akan memperbaiki total Jembatan Sonokembang. Sehingga jembatan bailey menjadi satu-satunya yang bisa digunakan selama perbaikan jembatan. "Bailey dipasang di sisi timur jembatan yang sekarang. Di situ ada tulisan Pandanwangi, nanti akan dijebol untuk akses jembatan," papar orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Dengan jembatan bailey, Wahyu memastikan bahwa masyarakat akan lebih aman. Sebab strukturnya lebih kuat dan kokoh dibandingkan jembatan bambu. ”Ini bentuk perhatian kami, tetapi sebelumnya itu pasti ada proses. Dengan jembatan sementara masyarakat lebih aman dan nyaman," imbuhnya.

Warga RT 04 RW 05 kampung Sonokembang Usman menyambut baik rencana Pemkot Malang. Ketika bailey sudah dipasang, warga tidak masalah jika jembatan bambu dibongkar. "Kami sangat mendukung. Kalau bisa secepatnya dipasang," ungkapnya.

Usman mengakui, dengan jembatan bambu, aspek keamanan kurang. Tetapi akses itu sangat dibutuhkan. Untuk menghemat biaya warga sekitar maupun dari daerah lain. "Dengan jembatan baru nanti lebih mudah aksesnya. Tidak perlu dijaga warga lagi," pungkas dia.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Sulfat #Jembatan Balley #Pemkot Malang