Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tugu Tirta Perkuat Koordinasi Atasi Dampak Proyek Drainase Soehat

A. Nugroho • Minggu, 2 November 2025 | 21:53 WIB

TANGGAP: Direktur Utama Tugu Tirta, Priyo Sudibyo menegaskan kesiapsiagaan merespons setiap insiden kebocoran.
TANGGAP: Direktur Utama Tugu Tirta, Priyo Sudibyo menegaskan kesiapsiagaan merespons setiap insiden kebocoran.

MALANG – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang terus memperkuat penanganan risiko gangguan layanan air bersih akibat proyek peningkatan drainase di Jalan Soekarno-Hatta. Sejak Agustus 2025, proyek tersebut kerap bersinggungan dengan jaringan pipa distribusi utama dan berpotensi memengaruhi suplai air bagi lebih dari 13 ribu pelanggan di Kelurahan Jatimulyo, Tulusrejo, dan Mojolangu.

Direktur Utama Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, SE., S.Sos., MM., menegaskan kesiapsiagaan perusahaan dalam merespons setiap insiden kebocoran. Kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda. Begitu terjadi gangguan akibat galian proyek, tim kami langsung bergerak, bahkan hingga malam hari,” ujarnya.

Priyo menjelaskan, pemulihan aliran pascaperbaikan membutuhkan proses bertahap hingga pipa kembali terisi penuh. Normalisasi bisa mencapai 18 jam tergantung kondisi tekanan air di lapangan. Sebagai langkah mitigasi, Tugu Tirta menyiagakan layanan truk tangki air gratis di wilayah terdampak. Pelanggan yang membutuhkan pasokan air sementara dapat menghubungi call center 0811-3550-800.

Dalam kegiatan Sosialisasi Penanganan Gangguan Pelayanan Air Minum yang digelar di Kelurahan Jatimulyo, para Ketua RW menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Tugu Tirta.

Ketua RW 15 Tulusrejo, Eko, menyatakan bahwa masyarakat melihat langsung petugas bekerja hingga larut malam. Situasinya memang tidak mudah, tapi komunikasi yang cepat dari Tugu Tirta membantu warga lebih siap mengantisipasi. Ketua RW 02 Jatimulyo, Supaat, menambahkan, meski tekanan air sempat menurun bahkan mati beberapa jam saat kebocoran terakhir, layanan pulih dalam waktu relatif cepat. Itu menunjukkan respons lapangan yang sigap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 09 Jatimulyo, Pras, memberi masukan agar pelaksana proyek drainase turut dilibatkan dalam forum koordinasi agar upaya mitigasi semakin terintegrasi.

KOMPAK: Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang memperkuat penanganan risiko gangguan layanan air bersih.
KOMPAK: Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang memperkuat penanganan risiko gangguan layanan air bersih.

Merespons hal itu, Priyo menegaskan keterbukaan perusahaan terhadap kolaborasi lintas pihak. Kami sangat mendukung jika kecamatan ingin menghadirkan pelaksana proyek dalam pertemuan berikutnya. Koordinasi yang baik menjadi kunci pemulihan layanan yang lebih cepat,” tegasnya.

Sejak awal proyek drainase berlangsung, Tugu Tirta telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi, antara lain koordinasi aktif dengan pelaksana proyek untuk pengamanan jalur pipa, Penugasan tim tanggap darurat 24 jam, terutama saat pekerjaan malam hari termasuk penyebaran informasi terkini melalui kanal resmi Tugu Tirta dan Radio City Guide dan penyiagaan armada truk tangki di tiga kelurahan terdampak serta flushing jaringan air untuk mempercepat normalisasi tekanan.

Priyo juga menghimbau agar warga tetap menyediakan cadangan air, mengingat pekerjaan galian pada malam hingga dini hari memiliki risiko lebih tinggi memicu kebocoran pipa.

Kami mohon doa dan dukungan warga. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk tetap sigap dan tangguh melayani di tengah kondisi ini,” ujar Priyo.(llk)

Editor : A. Nugroho
#Drainase #Tugu tirta malang